Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ceodes: Pohon “Lem Maut” yang Secara Tragis Menewaskan Ribuan Burung

Ceodes: Pohon “Lem Maut” yang Secara Tragis Menewaskan Ribuan Burung

ceodes:-pohon-“lem-maut”-yang-secara-tragis-menewaskan-ribuan-burung
Ceodes: Pohon “Lem Maut” yang Secara Tragis Menewaskan Ribuan Burung
service

Pohon yang bernama lengkap Ceodes brunoniana (dahulu dikenal sebagai Pisonia brunoniana) terlihat biasa saja. Daunnya lebar, bunganya kecil, dan tumbuh di banyak pulau tropis seperti Hawaii, Selandia Baru, dan Seychelles. Namun, di bawah cabangnya, sering ditemukan bangkai burung laut yang menggantung kaku, bulunya menempel satu sama lain oleh getah lengket. Bagi siapa pun yang pertama kali melihatnya, pemandangan itu terasa janggal. Seekor burung yang tampak sehat bisa mendadak menjadi korban hanya karena hinggap sesaat di dahan pohon ini. Di kawasan koloni burung laut, terutama saat musim berbuah, aroma bangkai bisa tercium dari kejauhan. Ranting-ranting yang dipenuhi gugusan biji bergetah berubah menjadi jebakan alami yang mematikan. Para peneliti bahkan menyebut, dalam satu musim, satu pohon bisa “menyimpan” puluhan bangkai burung di antara cabangnya. Kapsul biji Ceodes brunoniana yang diselimuti getah lengket. Biji inilah yang menjadi penyebab banyak burung laut terperangkap di cabang pohon dan akhirnya mati. Getahnya sangat kuat, menempel di bulu burung dan sulit dilepaskan bahkan setelah terpapar air laut.(Foto: Kahuroa, 25 April 2008. Domain publik, Wikimedia Commons) Fenomena ini membuat Ceodes dijuluki “Pohon Penangkap Burung” atau Birdcatcher Tree. Julukan itu muncul karena mekanisme penyebaran bijinya yang ekstrem. Pohon ini tampak tenang, tetapi pada musim berbuah, ia menjadi ancaman senyap bagi burung yang hinggap di cabangnya. Adaptasi yang Berujung Petaka Ahli ekologi Alan Burger dari University of Victoria, Kanada, menghabiskan berbulan-bulan di Pulau Cousin, Seychelles, untuk meneliti pohon ini dan koloni burung laut di sekitarnya. Ia menemukan bahwa hubungan antara Ceodes dan burung sangat kompleks. Keduanya saling bergantung, tetapi hubungan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.