Pohon yang bernama lengkap Ceodes brunoniana (dahulu dikenal sebagai Pisonia brunoniana) terlihat biasa saja. Daunnya lebar, bunganya kecil, dan tumbuh di banyak pulau tropis seperti Hawaii, Selandia Baru, dan Seychelles. Namun, di bawah cabangnya, sering ditemukan bangkai burung laut yang menggantung kaku, bulunya menempel satu sama lain oleh getah lengket. Bagi siapa pun yang pertama kali melihatnya, pemandangan itu terasa janggal. Seekor burung yang tampak sehat bisa mendadak menjadi korban hanya karena hinggap sesaat di dahan pohon ini. Di kawasan koloni burung laut, terutama saat musim berbuah, aroma bangkai bisa tercium dari kejauhan. Ranting-ranting yang dipenuhi gugusan biji bergetah berubah menjadi jebakan alami yang mematikan. Para peneliti bahkan menyebut, dalam satu musim, satu pohon bisa “menyimpan” puluhan bangkai burung di antara cabangnya. Kapsul biji Ceodes brunoniana yang diselimuti getah lengket. Biji inilah yang menjadi penyebab banyak burung laut terperangkap di cabang pohon dan akhirnya mati. Getahnya sangat kuat, menempel di bulu burung dan sulit dilepaskan bahkan setelah terpapar air laut.(Foto: Kahuroa, 25 April 2008. Domain publik, Wikimedia Commons) Fenomena ini membuat Ceodes dijuluki “Pohon Penangkap Burung” atau Birdcatcher Tree. Julukan itu muncul karena mekanisme penyebaran bijinya yang ekstrem. Pohon ini tampak tenang, tetapi pada musim berbuah, ia menjadi ancaman senyap bagi burung yang hinggap di cabangnya. Adaptasi yang Berujung Petaka Ahli ekologi Alan Burger dari University of Victoria, Kanada, menghabiskan berbulan-bulan di Pulau Cousin, Seychelles, untuk meneliti pohon ini dan koloni burung laut di sekitarnya. Ia menemukan bahwa hubungan antara Ceodes dan burung sangat kompleks. Keduanya saling bergantung, tetapi hubungan…This article was originally published on Mongabay
Ceodes: Pohon “Lem Maut” yang Secara Tragis Menewaskan Ribuan Burung
Ceodes: Pohon “Lem Maut” yang Secara Tragis Menewaskan Ribuan Burung





Comments are closed.