Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Cerita Firdaus, Menjaga Jejak Sejarah pada Pita Film

Cerita Firdaus, Menjaga Jejak Sejarah pada Pita Film

cerita-firdaus,-menjaga-jejak-sejarah-pada-pita-film
Cerita Firdaus, Menjaga Jejak Sejarah pada Pita Film
service

Jakarta, NU Online

Di sebuah ruang penyimpanan bersuhu dingin, ribuan kaleng logam berisi gulungan pita film tersusun rapi di rak-rak tinggi. Di tempat inilah, potongan film Indonesia yang bersejarah disimpan dan dirawat dengan teliti.

Bagi salah satu petugas arsip, Firdaus (55), setiap gulungan film bukan sekadar rekaman cerita, melainkan jejak waktu yang menyimpan potret kehidupan pada masanya.

Firdaus bercerita, lembaga arsip film ini dirintis oleh Haji Misbach Yusa Biran pada 1971 dan diresmikan pada 20 Oktober 1975. Kini, lembaga tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (YPPHUI) dan berfungsi sebagai pusat pengarsipan serta dokumentasi film. 

“Koleksi yang tersimpan tidak hanya berupa film seluloid, tetapi juga berbagai media lain seperti video, DVD, laser disc, poster, hingga skenario film. Bahkan, ada sejumlah peralatan produksi lama seperti proyektor dan kamera lawas di sini. Intinya semua yang berhubungan dengan film kita koleksi di sini,” kata Firdaus saat diwawancarai NU Online, Selasa (31/3/2026), di Sinematek, Gedung Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Perawatan pita film. (Foto: NU Online/Suwitno)

Saat ini, menurut Firdaus, arsip tersebut menyimpan hampir seribu judul film. Sekitar 700 judul di antaranya tersedia dalam bentuk positif dengan beberapa salinan, sementara sebagian besar lainnya tersimpan dalam format negatif film yang memerlukan penanganan khusus.

Di antara koleksi berharga itu terdapat film klasik berjudul Titipan Kayu produksi 1935 yang telah dialihmediakan ke format digital sehingga dapat kembali disaksikan oleh masyarakat. 

“Selain itu, terdapat pula film Darah dan Doa karya Usmar Ismail yang diproduksi pada 1950. Film tersebut dikenal sebagai film pertama yang sepenuhnya dibuat oleh sineas pribumi Indonesia. Pengambilan gambar pertamanya pada 30 Maret 1950 kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional,” ujarnya.

Merawat film seluloid bukan perkara sederhana. Menurut Firdaus, pita film sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembaban. Ruang penyimpanan harus dijaga pada suhu sekitar 7 hingga 12 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 45 hingga 50 persen. 

“Selain itu, film juga perlu dibersihkan menggunakan bahan khusus dan digulung ulang secara berkala setiap tiga hingga empat bulan untuk mencegah kerusakan serta pertumbuhan jamur,” katanya.

Firdaus dan tumpukan pita film. (Foto: NU Online/Suwitno)

Bagi Firdaus, upaya merawat arsip film bukan hanya tentang menjaga benda lama. Film, menurutnya, merupakan dokumen sejarah yang merekam berbagai aspek kehidupan, mulai dari budaya, bahasa, hingga perkembangan kota dari masa ke masa. 

“Di dalam film itu bukan hanya cerita, tapi juga gambaran kehidupan pada zamannya,” ujarnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.