Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima

Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima

cerita-rakyat-dari-maluku,-legenda-asal-usul-gandong-hatu-negeri-lima
Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima
service

Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima


Negeri Wasandale merupakan salah satu daerah yang ada di antara Hatu dan Lima. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Maluku yang menceritakan tentang Negeri Wasandale yang menjadi tempat terjalinnya persaudaraan antara Negeri Hatu dan Lima, yakni Gandong Hatu Negeri Lima.

Bagaimana kisah lengkap dari cerita rakyat Maluku tersebut?

Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima

Dikutip dari artikel Mersye Martha Aipassa, “Wasandale Negeri Tiga Saudara” dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dikisahkan pada zaman dahulu ada sebuah keluarga yang hidup di Negeri Wasandale. Keluarga tersebut terdiri dari sang ayah, ibu, dan tiga orang anaknya.

Ketiga anak dalam keluarga tersebut bernama Tauka, Sitiauputi, dan Tauki. Ayah mereka merupakan pemimpin di Negeri Wasandale dulunya.

Mereka selalu hidup rukun dan bahagia bersama. Tauka dan Tauki sering kali ikut membantu sang ayah untuk pergi berburu di hutan.

Sementara itu, Sitiauputi membantu ibu mereka membuat masakan di rumah. Aktivitas ini rutin mereka lakukan sehari-harinya.

Namun kehidupan yang tentram ini berubah ketika sang ayah meninggal dunia. Ayah mereka gugur dalam peperangan ketika melawan negeri tetangga.

Sejak saat itu, kehidupan keluarga ini berubah drastis. Sang ibu yang sudah tidak lagi muda membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

Tidak lama kemudian, sang ibu sakit keras. Isak tangis pecah di antara ketiga saudara tersebut.

Mereka merasa bahwa ajal sang ibu sudah dekat. Dengan sisa kekuatan yang ada, sang ibu memberikan pesan pada ketiga anaknya.

Sang ibu berkata bahwa mereka mesti menjaga satu sama lain. Jangan sampai ada perkelahian yang muncul selepas dirinya pergi.

Selain itu, sang ibu meminta Tauka dan Sitiauputi untuk menjaga adik mereka. Jangan sampai adiknya bersedih di kemudian hari.

Sang ibu kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. Ketiga saudara ini kemudian bahu membahu memakamkan ibunya yang tempat tersebut kini dikenal dengan nama Batu Kubur.

Seiring berjalannya waktu, ketiga saudara ini mulai tumbuh dewasa. Namun sayang, sifat mereka yang dulu rukun mulai berubah.

Tauki yang menjadi anak bungsu sejak dulu memang dimanja oleh kedua keluarganya. Hal ini membuat Tauki tumbuh menjadi orang yang suka membangkang.

Tidak jarang Tauki tidak mendengarkan perkataan kedua kakaknya. Tauka si anak sulung lama kelamaan tidak tahan dengan sifat adik bungsunya itu.

Perkelahian pun pecah di antara mereka. Sitiauputi tidak bisa berbuat banyak dan hanya berpegang pada pesan yang ditinggalkan oleh ibu mereka dulunya.

Akhirnya Tauka dan Tauki memutuskan untuk berpisah. Tauka memutuskan untuk pergi ke daerah utara.

Di sana di membentuk sebuah daerah baru bernama Negeri Lima. Sementara itu, Tauki pergi ke daerah selatan dan membentuk Negeri Hatulesi.

Sebelum berpisah, mereka mengajak Sitiauputi untuk ikut bersama. Namun Sitiauputi menolak untuk ikut dengan salah satu dari mereka.

Dia hanya bersedia ikut jika mereka pergi bersama bertiga. Sitiauputi masih memegang teguh pesan yang diberikan oleh sang ibu sebelum meninggal dunia.

Akhirnya pergilah kedua bersaudara tersebut ke tempat yang mereka tuju. Sitiauputi yang tinggal seorang diri kemudian berjalan ke arah barat menuju Negeri Allang.

Sesampainya di sana, Sitiauputi memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meloncat ke laut dari Tanjung Allang. Kabar ini kemudian tersebar dengan cepat ke seluruh negeri.

Tauka dan Tauki juga mendengar kabar ini. Mereka kemudian merasa sedih karena kehilangan saudara perempuan satu-satunya.

Akhirnya Tauka mengirim kabar ke Tauki untuk menemuinya di Negeri Tua Wasandale. Di sana mereka kembali mengikat janji seperti pesan sang ibu dulunya.

Persaudaraan antara Tauka dan Tauki ini kemudian dikenal dengan istilah Gandong Hatu Negeri Lima.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.