Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Cerita Warga Aceh Kumpulkan Donasi Bangun Jembatan Swadaya hingga Rp1 M, Kini Kendaraan Dibatasi karena…

Cerita Warga Aceh Kumpulkan Donasi Bangun Jembatan Swadaya hingga Rp1 M, Kini Kendaraan Dibatasi karena…

cerita-warga-aceh-kumpulkan-donasi-bangun-jembatan-swadaya-hingga-rp1-m,-kini-kendaraan-dibatasi-karena…
Cerita Warga Aceh Kumpulkan Donasi Bangun Jembatan Swadaya hingga Rp1 M, Kini Kendaraan Dibatasi karena…
service

Jakarta

Kisah inspiratif datang dari Bener Meriah, Aceh. Seorang pria bernama Syahrial Abadi menginisiasi perbaikan jalan dan jembatan Enang-Enang, Bener Meriah, Aceh. Ia terpaksa menjual sebidang tanah pada awal-awal pekerjaan sebelum akhirnya menerima donasi mencapai Rp1 miliar.

Jalan nasional Bireuen-Aceh Tengah tertimbun longsor dan terputus tak jauh dari jembatan akibat bencana akhir November 2025 lalu. Sementara jembatan jatuh ke dalam sungai karena pondasinya miring.

Syahrial dan sejumlah warga awalnya menyewa satu alat berat untuk membersihkan badan jalan yang tertimbun longsoran. Mereka membuka jalur baru untuk memotong ruas jalan terputus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka membuat jalan dengan turunan terjal ke arah jembatan sehingga dapat terhubung kembali. Kendaraan sudah mulai dapat melewatinya setelah beberapa hari perbaikan dilaksanakan.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo itu mengaku menerima sumbangan dari masyarakat banyak setelah 10 hari bekerja. Dia dan warga menggunakan uang itu untuk mengaspal jalan yang mereka buat hingga ke jembatan.

Perbaikan jalan dilakukan secara swadaya siang dan malam. Jalan itu dibuka kembali untuk umum setelah warga melakukan peresmian pada Kamis (2/7/2026) pekan lalu.

“Sampai kemarin kita menerima donasi Rp1 miliar lebih. Ini masih ada saldo berjalan Rp555 juta dan itu masih ada pekerjaan-pekerjaan yang belum saya bayar,” kata Syahrial kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Selain mengaspal jalan, Syahrial juga membuat dinding penahan longsor di tikungan Enang-Enang serta membuat beton di pinggir jalan. Di lokasi juga dibuat tempat berteduh. Syahrial mengaku nekat membuka kembali jalan itu karena selama ini masyarakat Desa Arul Cincin dan Menderek harus memutar jauh bila ingin ke Bireuen atau Aceh Tengah.

Pasca peresmian jembatan itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri PU Dody Hanggodo meninjau jembatan itu. Kedatangan kedua menteri di hari berbeda itu disambut Syahrial dan warga.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, bagian bawah jembatan akan dipasang tiang-tiang agar lebih kuat. Jembatan itu hanya dibolehkan melintas kendaraan roda dua maupun mobil penumpang.

“Sekarang ini masih sistem sementara. Di bawah itu ada kayak kekuatan tiang-tiang gitu, tapi itu sifatnya sementara. Nanti PT PP akan mengerjakan itu lebih bagus lagi,” kata Dody kepada wartawan saat meninjau Jembatan Enang-Enang, Rabu (8/7/2026).

Dody meminta PPK untuk mengawasinya dan meminta pekerjaan dihentikan sementara waktu bila membahayakan masyarakat. Proses perbaikan bakal dilakukan di bagian bawah.

“Perbaikan kita lakukan di bawah sehingga pada saat masyarakat lewat harapannya enggak jadi masalah,” jelasnya.

Menurutnya, Syahrial bersama warga sudah bergotong royong memperbaiki jembatan itu sehingga pemerintah akan memberikan dukungan maksimal. Tujuannya agar perbaikan yang telah dilakukan masyarakat tidak sia-sia.

“Tapi bisa tetap bisa dipakai walaupun secara terbatas. Mungkin roda dua, roda empat, ini cuma mobil penumpang, bukan mobil-mobil barang, gitu-gitu ya. Jadi, itu nanti akan kita batasi,” jelasnya.

“Nah, untuk kekuatannya, tadi saya sudah bicara dengan Pak Kepala Balai, Pak Direktur Jembatan, bahwa itu akan kita pasang lebih kuat lagi. Sekarang ini masih sistem sementara,” lanjutnya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(som/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.