Sat,8 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Dari Klinik hingga Rumah Sakit, NU Bidik Lompatan Besar dalam Pelayanan Kesehatan Nasional

Dari Klinik hingga Rumah Sakit, NU Bidik Lompatan Besar dalam Pelayanan Kesehatan Nasional

dari-klinik-hingga-rumah-sakit,-nu-bidik-lompatan-besar-dalam-pelayanan-kesehatan-nasional
Dari Klinik hingga Rumah Sakit, NU Bidik Lompatan Besar dalam Pelayanan Kesehatan Nasional
service

Jakarta, NU Online

Kesadaran Nahdlatul Ulama (NU) terhadap pentingnya sektor kesehatan terus mengalami penguatan dalam satu dekade terakhir. Dari pengembangan klinik hingga rumah sakit, NU kini membidik peran yang lebih besar dalam pelayanan kesehatan nasional melalui penguatan fasilitas kesehatan, konsolidasi tenaga medis, dan pemanfaatan jaringan pesantren sebagai basis layanan kesehatan masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PP PDNU), Muhammad S. Niam menyampaikan bahwa perhatian NU terhadap bidang kesehatan mulai dirumuskan secara lebih serius sejak Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-33 di Jombang pada 2015.

Dalam Muktamar tersebut, lahir sejumlah rekomendasi penting, antara lain penguatan layanan kesehatan NU melalui pendirian klinik, rumah sakit, layanan kesehatan masyarakat, serta penguatan peran tenaga kesehatan NU.

Selain itu, direkomendasikan pembentukan Badan Pelaksana Kesehatan, penguatan balai pengobatan berbasis pesantren, serta perhatian terhadap sistem jaminan kesehatan nasional agar semakin berpihak kepada masyarakat.

Niam mengatakan, pasca-Muktamar Jombang, perkembangan fasilitas kesehatan NU mulai menunjukkan kemajuan. RSNU DIY diresmikan PBNU pada 2018, sementara RSNU Pasuruan mulai dirintis pada tahun yang sama dan resmi berdiri pada 2026. Pada saat yang sama, konsolidasi dokter dan tenaga kesehatan NU juga semakin kuat melalui kehadiran PDNU.

“Kepengurusan PBNU era 2015-2021 terhadap kesehatan masyarakat cukup kuat, mendorong kebangkitan RSNU, serta berdirinya PDNU,” ujar Niam kepada NU Online, Sabtu (8/8/2026).

Ia menambahkan, pada masa kepengurusan PBNU 2021 hingga sekarang, penguatan sektor kesehatan semakin diperluas melalui pembenahan tata kelola, inventarisasi fasilitas kesehatan dan rumah sakit, serta penentuan akreditasi PWNU dan PCNU berdasarkan kemampuan mendirikan dan mengelola fasilitas kesehatan.

“Hal ini merupakan peluang terjadinya lompatan besar NU dalam program bidang kesehatan,” tegasnya.

Niam menyampaikan bahwa saat pandemi Covid-19, PDNU membangun jaringan vaksinasi, edukasi kesehatan berbasis pesantren, layanan ambulans, bantuan oksigen, hingga kampanye protokol kesehatan.

“Pada saat pandemi Covid-19 PDNU bersama RMI, Garakan Ayo Mondok, Gusdurian, dan Satgas RMI berjuang bersama-sama membentengi ulama dan pengasuh pesantren-pesantren NU se-Indonesia dengan berbagai macam kegiatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa aplikasi SalamDoc juga diluncurkan untuk membantu pesantren menanggulangi wabah Covid-19.

Niam juga menyampaikan bahwa hingga kini, PDNU aktif menyelenggarakan seminar kesehatan, vaksinasi, penanggulangan stunting, kesehatan ibu-anak, kesehatan pesantren, dan kesehatan preventif.

“Dalam kegiatan kebencanaan, PDNU membentuk Nahdlatul Ulama Rescue (NUR). Bekerja sama dengan Lazisnu, lembaga penanggulangan bencana NU maupun pemerintah, PDNU hadir dan aktif membantu BNPB dalam beberapa bencana nasional di Indonesia,” tuturnya.

Niam menilai pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat layanan kesehatan primer. “NU juga dapat membuat pesantren sebagai basis primary care menjadi pusat promotif-preventif, klinik primer, pos kesehatan, edukasi stunting, vaksinasi, kesehatan mental, dan telemedicine desa. Ini kekuatan unik yang tidak dimiliki banyak organisasi lain,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.