Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan

Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan

di-era-gus-dur,-nu-konsisten-menyuarakan-isu-lingkungan
Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan
service

Mubadalah.id – Nahdlatul Ulama (NU) dinilai menjadi salah satu organisasi masyarakat sipil yang konsisten dalam menyuarakan isu lingkungan di Indonesia. Organisasi Islam terbesar di tanah air ini telah terlibat aktif dalam berbagai upaya pelestarian alam, baik di tingkat nasional maupun komunitas.

Sejak era kepemimpinan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, perhatian terhadap persoalan lingkungan telah menjadi bagian dari agenda strategis NU. Gus Dur, kita kenal getol menyuarakan dampak kerusakan alam, terutama yang terjadi di Indonesia.

Selama menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1984–1999, isu lingkungan mulai mendapatkan tempat dalam diskursus organisasi. Gus Dur menilai bahwa nilai-nilai agama, khususnya Islam, mengajarkan tanggung jawab manusia sebagai penjaga bumi.

“Agama tidak boleh diam ketika alam banyak yang merusak,” demikian pandangan yang sering Gus Dur sampaikan dalam berbagai forum.

Dengan usia organisasi yang hampir satu abad, NU kini semakin menunjukkan keseriusannya dalam merespons isu lingkungan. Tidak hanya dalam ranah kultural, pembahasan soal krisis ekologis juga masuk dalam forum-forum formal organisasi.

NU memiliki kekuatan besar karena berbasis pada komunitas pesantren dan warga Nahdliyin yang tersebar luas. Basis ini membuat pesan-pesan lingkungan lebih mudah mereka terjemahkan dalam praktik keseharian.

Pengamat menilai, pendekatan NU yang menggabungkan nilai agama dan isu lingkungan mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif. Hal ini menjadi penting di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Melalui peran tersebut, NU dipandang tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai aktor sosial yang berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan alam.

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.