Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Di Penutupan Munas-Konbes NU, Prabowo Sampaikan Kebocoran Kekayaan Negara

Di Penutupan Munas-Konbes NU, Prabowo Sampaikan Kebocoran Kekayaan Negara

di-penutupan-munas-konbes-nu,-prabowo-sampaikan-kebocoran-kekayaan-negara
Di Penutupan Munas-Konbes NU, Prabowo Sampaikan Kebocoran Kekayaan Negara
service

Jakarta, NU Online

Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut setelah sekitar 18 bulan menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia dan mengetahui besarnya nilai kekayaan negara yang selama ini hilang akibat berbagai penyimpangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pemerintah bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan untuk memperbaiki keadaan dan memastikan kekayaan negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi rakyat.

Hal itu ia sampaikan dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di kampus Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama pada, Selasa (23/6/2026) siang.

Prabowo mencontohkan pembangunan 1.151 kilometer jalan desa dan daerah yang menelan anggaran sekitar Rp5,4 triliun. Menurutnya, dana yang selama ini bocor seharusnya dapat digunakan untuk membangun lebih banyak jalan, jembatan, sekolah, serta berbagai sarana publik lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah, kata Prabowo, telah mengambil sejumlah langkah tegas. Salah satunya dengan merebut kembali lebih dari lima juta hektare perkebunan kelapa sawit yang dinilai melanggar hukum serta menutup ratusan tambang tanpa izin.

“Ada tambang yang berjalan delapan tahun tanpa izin. Ada tambang yang menghasilkan ratusan miliar rupiah setiap bulan dari emas, perak, dan logam berharga lainnya,” tandas Prabowo.

Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya memberantas praktik ilegal dan penyelundupan sumber daya alam bukanlah pekerjaan ringan. Luas wilayah Indonesia dan besarnya kekayaan alam yang dimiliki menjadi tantangan tersendiri dalam proses penegakan hukum dan pengawasan.

Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa kunci utama dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut adalah menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

“Kuncinya adalah pemerintah harus bersih. Pemerintah tidak boleh korupsi. Tidak boleh ada korupsi di pemerintah Indonesia,” terangnya.

Selain menyoroti tata kelola sumber daya negara, Presiden juga menyinggung fenomena pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilainya belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Ia mempertanyakan kondisi ketika pertumbuhan ekonomi rata-rata berada pada angka lima persen dalam beberapa tahun terakhir, namun jumlah penduduk miskin masih bertambah.

“Kalau orang miskin bertambah dan kelas menengah berkurang, berarti yang menikmati hasil pembangunan hanya segelintir orang. Ini tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia,” paparnya

Prabowo menegaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Oleh sebab itu, pemerintahannya berkomitmen melakukan pembenahan terhadap berbagai kebocoran dan ketidakefisienan dalam pengelolaan negara agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan hasil evaluasi terhadap perusahaan-perusahaan milik negara. Menurutnya, jumlah badan usaha negara ternyata jauh lebih banyak dari perkiraan sebelumnya dan sebagian di antaranya terus mengalami kerugian.

Karena itu, pemerintah berencana melakukan penutupan dan restrukturisasi terhadap ratusan perusahaan negara yang dinilai tidak produktif. Di saat yang sama, pemerintah juga akan melakukan penyelidikan terhadap berbagai dugaan penyimpangan yang terjadi di dalam perusahaan-perusahaan tersebut.

“Tidak ada keragu-raguan dari kita. Semua akan diselidiki,” ujarnya.

Prabowo Subianto juga kembali menekankan pentingnya peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi ulama dan pembimbing masyarakat untuk ikut memahami berbagai persoalan bangsa serta mendukung upaya mewujudkan tata kelola negara yang lebih adil, bersih, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.