Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Dua Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel, MUI Minta Pemerintah Tidak Diam

Dua Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel, MUI Minta Pemerintah Tidak Diam

dua-jurnalis-republika-ditangkap-tentara-israel,-mui-minta-pemerintah-tidak-diam
Dua Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel, MUI Minta Pemerintah Tidak Diam
service

Jakarta, Arina.id—Jurnalis asal Indonesia Bambang Noroyono alias Abeng melaporkan kejahatan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. Abeng ditangkap bersama 100 aktivis lainnya.

“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” kata Redaksi Republika Andi Muhyiddin dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 18 Mei 2026.

Dia menuturkan dua orang jurnalisnya berangkat bersama sejumlah relawan lain asal Indonesia. Sembilan orang relawan itu tengah menjalankan tugas kemanusiaan dan peliputan.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina,” kata Andi.

Andi mengatakan misi kemanusiaan dan peliputan ini penting untuk menolak warga Palestina yang menghadapi blokade, kelaparan, hingga agresi tanpa henti oleh Israel. 

“Kami berdiri bersama untuk melawan kemanusiaan dunia. Kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” ucap Andi.

Majelis Ulama Indonesia mengecam keras penangkapan ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh tentara Israel, termasuk dua orang wartawan Republika yang ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Penangkapan tersebut terjadi saat kapal Global Sumud Flotilla berupaya menembus blokade Israel untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menilai tindakan Israel menunjukkan ketakutan terhadap semakin besarnya solidaritas dunia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Saya sangat prihatin menerima berita surat kabar Republika yang dicuri oleh tentara Israel. Atas nama MUI saya ingin menegaskan bahwa tindakan Israel yang menghalangi langkah-langkah kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotilla termasuk penerbit surat kabar Republika yang ikut serta dalam misi ini adalah tindakan yang mengarahkan,” tegas Sudarnoto.

Dia juga mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan langkah-langkah konkret dalam melindungi warga negara Indonesia yang menahan Israel.

“Kepada pemerintah Indonesia saya juga mendorong langkah-langkah terukur untuk melindungi warga negara yang diculik Israel, jangan biarkan ditahan oleh Israel,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.