Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Duhh..! Arab Saudi Benar-benar Diseret Amerika Ikut Bombardir Irak

Duhh..! Arab Saudi Benar-benar Diseret Amerika Ikut Bombardir Irak

duhh.!-arab-saudi-benar-benar-diseret-amerika-ikut-bombardir-irak
Duhh..! Arab Saudi Benar-benar Diseret Amerika Ikut Bombardir Irak
service

Arina.id-Kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah bakal terus meluas agaknya benar-benar terbukti. Arab Saudi mulai terseret lebih dalam ke tengah pusaran konflik perang sepihak yang dimulai Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Negeri petro dollar itu pada akhirnya mengikuti sekutunya, Amerika Serikat (AS), memencet tombol rudal perangnya.

Rabu kemarin, Saudi mengumumkan telah menyerang sejumlah wilayah Irak bersama Komando Pusat AS (CENTCOM). Mereka mengatakan serangan udara gabungan tersebut menargetkan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Amerika dan infrastruktur energi Saudi.

Dikutip dari Aljazeera, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut merupakan “tanggapan terhadap serangan pesawat tak berawak baru-baru ini” dan bahwa pertahanan udara Saudi telah “mencegat dan menghancurkan beberapa pesawat tak berawak yang mencoba menargetkan fasilitas perminyakan di Provinsi Timur dan wilayah Riyadh… yang diluncurkan dari wilayah Irak dan dilakukan oleh milisi teroris yang bersekutu dengan Iran”.

Serangan itu segera direspos oleh Dewan Keamanan Nasional Irak. Negeri 1001 malam itu mengutuk serangan gabungan Saudi-AS terhadap Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang didukung Iran, yang menewaskan sedikitnya 20 anggota kelompok paramiliternya.

Pertemuan dewan, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ali al-Zaidi, menyebut serangan terhadap pangkalan PMF di tujuh provinsi Irak sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak dan kesucian tanahnya”. “Suatu agresi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian disampaikan Ali al-Zaii dalam unggahannya di X.

“Segala bentuk pelanggaran atau kompromi terhadap keamanan dan kedaulatan Irak tidak akan ditoleransi dalam keadaan apa pun,” demikian pernyataan tersebut.

Sebelumnya Kelompok Perlawanan Islam di Irak, payung koalisi yang diproklamirkan sendiri oleh negara tersebut dan didukung oleh Iran, telah membantah serangan terhadap Arab Saudi. Mereka mengatakan bahwa klaim Saudi adalah sebuah rekayasa dan mereka menyatakan “tindakan bodoh apapun dari Saudi akan ditanggapi secara keras”.

Serangan gabungan Saudi-AS, dari kota Kirkuk di utara hingga Basra di selatan Irak, menewaskan sedikitnya 20 anggota PMF dan empat penasihat dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Demikian dilaporkan media Iran dan Irak.

Perdana Menteri Irak al-Zaidi sedianya dijadwalkan tiba di Riyad, Ibu Kota Arab Saudi, Kamis hari ini, 30 Agustus 2026, sebagai agenda kunjungan kerja pertamanya sejak menjabat. Tetapi gara-gara insiden serangan-serangan tersebut, kunjungan pada akhirnya dibatalkan.

Baghdad mengeluhkan agresi AS-Arab Saudi telah menghambat upaya investigasi terkait dugaan penargetan Arab Saudi. “Kami menuntut bukti dan keterangan mengenai peluncuran serangan dari Irak, dan tidak ada pihak yang memberikan bukti apa pun,” kata juru bicara panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak kepada Kantor Berita Irak.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Iran juga segera mengutuk keras serangan agresif AS dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak. Iran mengecam serangan yang menargetkan beberapa wilayah di Irak, termasuk fasilitas dan lokasi milik lembaga resmi Irak serta lokasi ziarah Arbaeen dan stasiun layanan di sana.

Kementerian tersebut, seperti dikutip dari kanor berita Tasnem, menggambarkan serangan itu sebagai “serangan terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah Irak serta pelanggaran mencolok terhadap Pasal 4 Ayat 2 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan aturan-aturan dasar hukum internasional.”

Teheran juga menuding serangan dilakukan “sejalan dengan ambisi AS dan rezim Zionis untuk memperluas cakupan perang dan konflik di kawasan Asia Barat.”

Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah warga Irak dan menegaskan kembali dukungan serta solidaritas penuh kepada pemerintah dan rakyat Irak. Iran menganggap “rezim AS yang gemar berperang dan para kaki tangannya di kawasan bertanggung jawab atas konsekuensi berbahaya dari tindakan kriminal, tidak manusiawi, dan provokatif ini.”

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.