Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Dulu “Ditatar” Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno, Nestory Irankunda Kini Bersinar di Piala Dunia 2026

Dulu “Ditatar” Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno, Nestory Irankunda Kini Bersinar di Piala Dunia 2026

dulu-“ditatar”-timnas-indonesia-di-gelora-bung-karno,-nestory-irankunda-kini-bersinar-di-piala-dunia-2026
Dulu “Ditatar” Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno, Nestory Irankunda Kini Bersinar di Piala Dunia 2026
service

19 Juni 2026 13.46 WIB • 2 menit

pemain Timnas Australia, Nestory Irankunda./Instagram nestory._


Nestory Irankunda punya cerita bersama Timnas Indonesia. Dulu, ia pernah merasakan menghadapi pertarungan sengit melawan Tim Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Nestory Irankunda adalah pemain Timnas Australia yang kini membela negaranya di Piala Dunia 2026. Dalam ajang sepak bola terbesar dunia itu, ia langsung menorehkan penampilan ciamik hingga menyabet status player of the match dalam laga perdana yang dilakoni Australia di sana.

Perjalanan Irankunda menuju panggung Piala Dunia 2026 tidak mudah. Seperti tim peserta lainnya, ia bersama Australia harus terlebih dulu melewati babak kualifikasi yang panjang. Karena Australia tergabung dalam Konfederasi AFC, maka mereka pun harus menghadapi negara-negara Asia untuk memperebutkan satu tempat di putaran final.

Dari sekian banyak negara yang dihadapi Australia di kualifikasi, salah satunya adalah Indonesia. Kedua negara sama-sama tergabung di Grup C pada putaran ketiga kualifikasi bersama dengan empat negara lainnya, yakni Jepang, Arab Saudi, Tiongkok, dan Bahrain.

Pada 10 September 2024, Irankunda bersama Australia merasakan “ditatar” Timnas Indonesia dalam kualifikasi putaran ketiga itu. Bukan tanpa sebab, Australia harus merasakan perlawanan sengit Indonesia yang bermain di hadapan para suporter fanatiknya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Irankunda tampil sebagai starter di SUGBK. Sejak menit pertama, ia diterpa tekanan dobel. Di lapangan, pemain bertahan Timnas Indonesia tampil solid dan selalu siap menghadang langkahnya saat berusaha menyerang. Dari luar lapangan, 70 ribu orang penonton seakan mengeroyoknya untuk menjatuhkan mental bertandingnya.

Rentetan upaya Irankunda dan rekan-rekannya selalu kandas. Pada menit ke-58, ia pun ditarik keluar untuk digantikan oleh Awer Mabil. Dari bangku cadangan itu pula pemain klub Watford tersebut melihat rekan-rekan setimnya terus kesulitan menghadapi Timnas Indonesia. Hasil imbang tanpa gol pun dibawanya pulang ke Australia.

pemain Timnas Australia, Nestory Irankunda./Instagram nestory._

Keluar dari “ditatar” Timnas Indonesia di SUGBK, barulah Australia bisa membalas pada laga kedua di Sydney pada 19 November 2025. Saat itu, Australia menang 5-1 dan Irankunda kebetulan sedang tidak masuk ke dalam skuad.

Singkat cerita, Australia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 dan Irankunda dipanggil oleh pelatih Tony Popovic untuk memperkuat skuad Negeri Kanguru itu. Jadilah, ia tak menyia-nyiakan kesempatan tampil hingga tampil ciamik.

Berbulan-bulan berlalu setelah pertemuannya dengan Timnas Indonesia, Irankunda memijakkan kakinya di Piala Dunia 2026. Jika dulu ia seakan kewalahan menghadapi Timnas Indonesia di SUGBK, kini situasinya berbeda. Ia mampu tampil cemerlang dan membawa Australia menang dalam laga perdana menghadapi Turkiye pada hari Minggu (14/6/2026) pagi WIB.

Irankunda tampil sebagai pencetak gol yang membuka keunggulan bagi Australia pada menit ke-27. Sebagai pemain sayap, Irankunda mampu berkali-kali menembus lini pertahanan Turkiye. Sejumlah umpan akurat pun mampu dilepaskannya. Klimaksnya, ia menuntaskan umpan panjang dari Paul Okon-Engstler.

Irankunda bisa semakin gembira setelah Connor Metcalfe mencetak gol pengganda kedudukan menjadi 2-0 bagi Australia pada menit ke-75. Setelah laga usai, penghargaan player of the match pun membuat awal perjalanan Irankunda di Piala Dunia 2026 jadi semakin manis.

“Ini luar biasa, seakan tak nyata. Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Irankunda kepada media Australia, SBS, soal aksinya.

“Kami bekerja sangat keras, kami berjuang sampai akhir dan ini adalah momen yang menarik. Saya harus berterima kasih kepada staf dan negara saya, mereka percaya betul kepada saya untuk bermain bagus dan bagi saya mencetak gol itu rasanya sangat luar biasa,” pungkasnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.