Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. El Nino dan Pemanasan Global Perparah Panas di Indonesia, BMKG Serukan Kesiapsiagaan

El Nino dan Pemanasan Global Perparah Panas di Indonesia, BMKG Serukan Kesiapsiagaan

el-nino-dan-pemanasan-global-perparah-panas-di-indonesia,-bmkg-serukan-kesiapsiagaan
El Nino dan Pemanasan Global Perparah Panas di Indonesia, BMKG Serukan Kesiapsiagaan
service

Jakarta, NU Online

Fenomena El Nino yang mulai berkembang di tengah tren pemanasan global diperkirakan akan memperparah kondisi panas di Indonesia sepanjang 2026. Meski peluang terjadinya gelombang panas (heatwave) seperti di Eropa dinilai relatif kecil, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa peningkatan suhu yang berlangsung secara bertahap tetap berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan sehingga membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah.

Data BMKG menunjukkan suhu rata-rata Indonesia pada Mei 2026 mencapai 27,5 derajat atau sekitar 0,5 derajat lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode klimatologi 1991-2020. Kenaikan yang tampak kecil tersebut tetap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama ketika disertai kelembapan udara yang tinggi dan aktivitas fisik di luar ruangan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan kombinasi El Nino dan tren pemanasan global akan membuat hari-hari panas semakin sering terjadi. Berbeda dengan Eropa yang mengalami gelombang panas, Indonesia memiliki karakteristik iklim tropis yang membuat suhu udara relatif stabil sepanjang tahun.

Ia menyampaikan bahwa wilayah laut yang mengelilingi Indonesia berfungsi sebagai penyangga alami sehingga lonjakan suhu ekstrem seperti di kawasan subtropis sulit terjadi.

“Sampai saat ini, kita masih melihat peluang terjadinya gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa atau Amerika relatif kecil karena karakteristik atmosfer Indonesia berbeda. Namun, bukan berarti kita tidak perlu mengantisipasi dampak panas terhadap kesehatan,” ucapnya dalam Webinar Panduan Menjaga Kesehatan Keluarga di Musim Ekstrem El Nino, Kamis (9/7/2026).

Meski peluang heatwave kecil, data BMKG menunjukkan tren pemanasan di Indonesia terus meningkat. Ardhasena menjabarkan suhu rata-rata nasional tercatat naik sekitar 0,13-0,14 derajat setiap dekade. Bulan Juni 2026 tercatat sebagai bulan terpanas sejak periode klimatologi 1991-2020.

“Jumlah hari panas maupun malam yang tetap hangat atau yang disebut sebagai tropical nights juga terus mengalami peningkatan, terutama di wilayah pesisir,” katanya.

Ardhasena menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi semakin memburuk seiring perkembangan El Nino yang diperkirakan mencapai kategori kuat.

“El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai intensitas kuat. Waspada peningkatan risiko kekeringan dan dampak turunannya, suhu ekstrem, dan heatstroke, serta potensi penurunan kualitas udara akibat kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko karhutla dan akumulasi polutan yang berdampak pada kesehatan,” tegasnya.

Ia menegaskan ancaman utama bagi Indonesia bukanlah gelombang panas seperti yang melanda Eropa, melainkan paparan suhu tinggi yang berlangsung terus-menerus dan diperparah kelembapan udara tinggi sehingga meningkatkan beban panas yang dirasakan tubuh.

“Peluang terjadinya gelombang panas seperti di Eropa memang kecil. Tetapi bukan berarti kita tidak perlu mengantisipasi kondisi panas tinggi yang berlangsung secara berkelanjutan, diiringi kelembapan yang tinggi, dan bagaimana dampaknya terhadap tubuh manusia,” ucapnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.