Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Evakuasi korban Dukono pengingat pentingnya keamanan dalam berwisata

Evakuasi korban Dukono pengingat pentingnya keamanan dalam berwisata

service

Jakarta (ANTARA) – Dewan Pakar Bidang Pariwisata dari BA Center Taufan Rahmadi menekankan bahwa proses evakuasi korban di Gunung Dukono, Maluku Utara jadi pengingat pentingnya aspek keamanan dan keselamatan yang tidak boleh diabaikan oleh wisatawan ketika berwisata di gunung api.

“Di dalam industri pariwisata, keamanan itu menjadi hal yang utama. Safety first itu adalah sesuatu yang prioritas, tidak ada pengalaman wisata yang sebanding kehilangan nyawa,” kata Taufan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Taufan mengatakan bahwa gunung api menjadi salah satu jenis dari wisata alam ekstrem dengan risiko yang tidak boleh diremehkan oleh wisatawan. Aktivitas pendakian perlu mematuhi segala bentuk aturan maupun larangan yang telah diterbitkan oleh otorita setempat.

Pembatasan zona bahaya yang telah diumumkan tidak boleh dilanggar karena dapat membahayakan keselamatan para pendaki. Dalam kasus erupsi Gunung Dukono, dia menyebut tindakan mengabaikan larangan pendakian dan menerobos zona bahaya gunung api merupakan bentuk kenekatan fatal.

Baca juga: Singapura apresiasi upaya RI atas evakuasi korban erupsi Gunung Dukono

“Pelanggaran ini menurut saya adalah bentuk, kalau boleh saya sebut itu kenekatan yang fatal ya. Kenekatan yang fatal dalam konteks pariwisata modern itu keselamatan dan keamanan wisatawan itu harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Dari kejadian itu pun diharapkannya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi pemerintah dalam memperkuat sistem mitigasi risiko dalam sektor pariwisata.

Pemerintah diminta memperkuat mitigasi dan pengawasan dengan menggunakan Prosedur Operasional Standar (SOP) yang mencakup pengawasan pada jalur pendakian, digitalisasi informasi dan meningkatkan pantauan status gunung api secara real time.

Para pemandu yang bekerja di wisata gunung api juga disarankan untuk mendapatkan peningkatan kompetensi untuk lebih ahli dalam memberikan bantuan serta tegas menerapkan aturan yang berlaku.

“Yang tidak kelah pentingnya juga adanya perlu integrasi yang lebih kuat antara stakeholder pariwisata, baik itu BNPB, Basanas, pemerintah daerah, komunitas pariwisata, komunitas pendaki misalnya. Terus para pakar di bidang alam, di bidang wisata ekstrim untuk sama-sama menjaga daripada pariwisata yang ada di sana,” tambah Taufan.

Dia mengatakan industri pariwisata perlu menjadikan keselamatan dan keamanan wisatawan sebagai standar utama layanan yang disediakan. Destinasi menurutnya tidak hanya berbicara mengenai atraksi atau kesenangan berwisata saja.

Baca juga: Dua WNA pendaki Gunung Dukono ditemukan meninggal tertimpa batu erupsi

Bagi pendaki pemula, dia menekankan pentingnya mematuhi aturan yang sudah ditetapkan di kawasan gunung, tidak mengabaikan peringatan dari pemegang otoritas dan mempersiapkan fisik sebelum mulai mendaki.

Dalam kesempatan itu, Taufan turut menyampaikan duka cita yang mendalam pada korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Sebelumnya, Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara dikabarkan kembali mengalami erupsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pada Jumat (8/5), ada sebanyak 20 pendaki yang terjebak erupsi di kawasan tersebut.

Sebanyak 17 pendaki dinyatakan berhasil di evakuasi, sementara tiga lainnya ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia. Adapun korban terdiri atas satu Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura.

Seluruh jenazah dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: BNPB: Semua korban erupsi Gunung Dukono telah ditemukan

Baca juga: IABI: Pelanggaran zona bahaya gunung api merupakan kenekatan fatal

Baca juga: Gunung Dukono bukan tempat menantang maut

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.