Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Fenomena langka dan Menyeramkan saat langit berwarna merah darah: “Kiamat” Debu Australia

Fenomena langka dan Menyeramkan saat langit berwarna merah darah: “Kiamat” Debu Australia

fenomena-langka-dan-menyeramkan-saat-langit-berwarna-merah-darah:-“kiamat”-debu-australia
Fenomena langka dan Menyeramkan saat langit berwarna merah darah: “Kiamat” Debu Australia
service

Pemandangan langit berwarna merah darah yang menyelimuti wilayah Shark Bay, Australia Barat, mendadak viral di jagat maya dan mendominasi pemberitaan media internasional. Fenomena yang tampak seperti adegan film apokaliptik ini memicu perbincangan global serta kekhawatiran mengenai kondisi lingkungan di wilayah gersang yang semakin ekstrem. Warga setempat menggambarkan suasana tersebut sebagai momen yang mencekam, di mana udara terasa penuh dengan butiran pasir yang masuk ke mata dan tenggorokan. Meskipun pemandangan ini terlihat menyeramkan dan seolah menjadi pertanda buruk, para ahli meteorologi memastikan bahwa fenomena ini murni merupakan hasil interaksi sains atmosfer yang dipicu oleh aktivitas Siklon Tropis Narelle. Kombinasi antara kekuatan angin badai dan karakteristik geologi unik Benua Kanguru telah menciptakan pemandangan alam paling dramatis sekaligus menyeramkan yang pernah terekam kamera. Badai Debu Berwarna Merah Fenomena langka ini terjadi akibat kombinasi unik antara geografi Australia yang kaya mineral dan dinamika cuaca ekstrem. Wilayah utara Australia Barat dikenal memiliki tanah yang sangat kaya akan oksida besi atau karat alami. Selama jutaan tahun, proses oksidasi telah mengubah tanah di Pilbara dan Gascoyne menjadi merah pekat. Saat Siklon Narelle mendekati daratan, angin kencang di bagian luar sistem badai tersebut mulai menyapu permukaan tanah yang kering. Kecepatan angin yang tinggi secara literal mengikis partikel karat dari butiran pasir gurun dan mengangkatnya ke atmosfer. Pakar debu dari University of Texas, Tom Gill, mencatat bahwa konsentrasi debu ini termasuk yang paling ekstrem yang pernah terpantau secara ilmiah. Lampu jalan yang menyala di siang hari menunjukkan betapa pekatnya debu merah yang menyelimuti kota pesisir Australia Barat. Partikel tanah…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.