Wed,5 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Gagal Beasiswa Berkali-kali, Mahasiswa Unair Ini Justru Sampai ke Polandia Lewat Erasmus+

Gagal Beasiswa Berkali-kali, Mahasiswa Unair Ini Justru Sampai ke Polandia Lewat Erasmus+

gagal-beasiswa-berkali-kali,-mahasiswa-unair-ini-justru-sampai-ke-polandia-lewat-erasmus+
Gagal Beasiswa Berkali-kali, Mahasiswa Unair Ini Justru Sampai ke Polandia Lewat Erasmus+
service

Kenny Simorangkir di Kraków University of Economics (UEK), Polandia


Bisa ke luar negeri memang seperti utopia bagi kalangan kelas menengah. Entah untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja, ke luar negeri tampak sulit.

Kenny Simorangkir sudah khatam betapa sulitnya mendapatkan beasiswa. Ia tahu betul rasanya ditolak, berkali-kali. Beberapa aplikasi beasiswa yang ia lamar tidak berhasil. Kesempatan menempuh program Music Business di New York University pun akhirnya harus ia lepas karena keterbatasan finansial.

Pintu yang Terbuka Lewat Erasmus+

Melalui Program Erasmus+ Student Mobility, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) ini akhirnya bisa ke luar negeri. Ia menjalani satu semester pertukaran pelajar di Kraków University of Economics (UEK), Polandia, dari Februari hingga Juni 2026.

Erasmus+ sendiri adalah program beasiswa mobilitas internasional yang didanai oleh Uni Eropa. Program ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar, magang, atau berkontribusi sebagai relawan di institusi mitra di Eropa.

Bagi mahasiswa Indonesia, program ini bisa diakses melalui universitas yang memiliki perjanjian kerja sama dengan institusi Eropa.

Kenny mengaku pertama kali mengetahui peluang ini saat menjelajahi laman Airlangga Global Engagement. Ia langsung melakukan percobaan yang kesekian kali dan syukurnya kali ini ia lolos.

“Saya selalu antusias untuk mencoba hal-hal baru, bertemu orang-orang baru, dan memulai kehidupan di tempat yang baru. Ketika menemukan peluang terkait Erasmus+, saya sangat bersemangat,” ujar Kenny.

Baginya, Erasmus+ bukan sekadar program pertukaran akademik biasa. Ini adalah jembatan menuju mimpi yang lebih besar, termasuk mendekatkan dirinya pada industri musik global.

“Program mobilitas ini memberi saya kesempatan untuk belajar di luar negeri dan membangun koneksi dengan para profesional di industri musik Eropa,” tuturnya.

Di Ruang Kelas, Kenny Mendapat Banyak Pandangan Budaya

Di UEK, Kenny mengambil sejumlah mata kuliah, di antaranya Modern Business Management dan International Business. Tapi, selain itu, ada dua mata kuliah lain yang bagi Kenny malahan paling membekas.

Yang pertama, International Market Research & Analysis. Mata kuliah ini membuka matanya tentang bagaimana latar belakang budaya seseorang bisa memengaruhi cara mereka menilai sesuatu, bahkan hal-hal sepele seperti memberi rating restoran.

“Seseorang bisa saja memberikan rating lima dari lima untuk sebuah restoran meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya puas, sementara orang lain mungkin memberi nilai empat meskipun mereka menikmati pengalaman tersebut,” jelasnya.

Pelajaran itu ternyata jauh lebih luas dari sekadar riset pasar sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang menafsirkan pengalaman yang sama secara berbeda tergantung dari mana mereka berasal.

Yang kedua, Creativity Techniques in Project Management. Sebagai musisi, Kenny selama ini akrab dengan kreativitas sebagai proses yang mengalir begitu saja. Tapi, mata kuliah ini mengajarkan hal-hal yang lebih teknikal.

“Mata kuliah ini membantu saya menjembatani kreativitas dengan eksekusi yang lebih teknis,” katanya.

Sistem perkuliahan di UEK juga terasa berbeda dari yang ia kenal di Indonesia. Di sana, setiap sesi umumnya dibagi menjadi kuliah teori dan sesi workshop, sehingga mahasiswa tidak hanya menerima konsep, tetapi langsung mempraktikkannya. Fleksibilitas ini cocok dengan gaya belajarnya yang mandiri.

Di Negara Nan Jauh, Kenny Merasa Seperti Rumah

Adaptasi sering dianggap sebagai tantangan terbesar dalam program pertukaran pelajar. Apalagi, dilihat dari segi budaya, memang berbeda sama sekali. Tapi Kenny cukup adaptif.

“Pada hari ketiga, saya sudah merasa Kraków seperti rumah sendiri,” ujarnya.

Kraków adalah kota kedua terbesar di Polandia, dengan sejarah panjang sebagai pusat budaya dan akademik. Kota ini dikenal ramah bagi pelajar internasional, dengan biaya hidup yang lebih terjangkau dibanding kota-kota besar Eropa Barat seperti Paris atau Amsterdam.

Meski Kenny mudah beradaptasi, bukan berarti semua berjalan tanpa hambatan. Salah satu hal yang paling mencolok bagi Kenny adalah perbedaan gaya sosial antara orang Polandia dan orang Indonesia.

Masyarakat Polandia cenderung lebih pendiam dan tidak mengekspresikan kehangatan secara terbuka, berbeda dari budaya Indonesia yang dikenal ramah dan murah senyum. Bagi sebagian orang, ini bisa terasa dingin atau bahkan menyinggung.

“Saya belajar untuk tidak mengartikan sikap netral sebagai sesuatu yang dingin atau tidak ramah. Itu hanyalah bentuk ekspresi sosial yang berbeda,” ujarnya.

Jauh-Jauh ke Negara Orang, Kenny Lebih Partisipatif daripada Hanya Belajar di Kelas

Selama satu semester, Kenny tidak hanya menghabiskan waktunya di kampus. Ia juga mengunjungi enam negara di Eropa, memperluas wawasan jauh melampaui batas akademik.

Salah satu pengalaman paling berkesan membawanya ke Aarhus, Denmark, tempat ia menjadi relawan dalam sebuah konferensi musik internasional. Di sana, ia melihat langsung bagaimana industri musik Eropa bekerja di balik layar.

“Yang paling berkesan bagi saya adalah betapa kolaboratif dan terbukanya lingkungan tersebut, meskipun semua orang berasal dari negara dan latar belakang profesional yang berbeda,” ujarnya.

Di sebuah acara Erasmus, Kenny bahkan tampil membawakan lagu ciptaannya sendiri, sebuah momen yang mungkin kecil dalam ukuran panggung, tapi besar dalam keberanian.

Pelajaran yang Tidak Ada di Silabus

Bertemu orang-orang dari berbagai negara dan budaya mengajarkan Kenny sesuatu yang tidak tertulis di buku teks mana pun, bahwa cara kita berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah sangat dipengaruhi oleh dari mana kita berasal.

“Pengalaman ini membuat saya sadar bahwa apa yang selama ini kita anggap ‘normal’ sebenarnya sering kali merupakan konstruksi budaya, bukan sesuatu yang universal,” refleksinya.

Bagi Kenny yang tumbuh sebagai mahasiswa Batak di lingkungan Jawa, sensitivitas lintas budaya bukan hal yang benar-benar asing. Tapi pengalaman di Eropa membawanya ke level pemahaman yang lebih dalam.

“Program mobilitas ini membantu saya menghadapi berbagai perbedaan tersebut dengan kesadaran dan kemampuan adaptasi yang lebih baik,” tuturnya.

Secara akademik, semester ini juga menumbuhkan minat barunya pada pemasaran internasional dan strategi budaya, khususnya dalam industri kreatif seperti musik dan penyelenggaraan acara.

“Pengalaman ini semakin menguatkan minat saya untuk bekerja di lingkungan global, tempat saya dapat menghubungkan berbagai audiens melalui storytelling dan strategi pemasaran,” katanya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.