Sat,13 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Gajah Sumatera Bantu Singkirkan Kayu Sisa Banjir di Aceh

Gajah Sumatera Bantu Singkirkan Kayu Sisa Banjir di Aceh

gajah-sumatera-bantu-singkirkan-kayu-sisa-banjir-di-aceh
Gajah Sumatera Bantu Singkirkan Kayu Sisa Banjir di Aceh
service

Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, tidak hanya merusak rumah masyarakat tetapi juga membawa kayu gelondongan dalam jumlah besar. Banyak lokasi tidak dapat dijangkau alat berat, sehingga diperlukan cara alternatif untuk membuka akses dan membersihkan material tersebut. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan empat gajah terlatih untuk mengangkut puing-puing kayu di wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Gajah tersebut adalah Midok, Abu, dan Ajis, serta satu gajah betina, Noni. “Mereka gajah terlatih dan berpengalaman dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Aceh Besar. Mereka dipandu mahout yang sangat paham karakteristik gajah dan bertugas menarik batang kayu besar yang tersangkut di rumah warga serta membuka akses jalan yang tertutup material banjir,” terang Ujang Wisnu Barata, Kepala BKSDA Aceh, Minggu (7/12/2025). Permukiman masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang hancur akibat banjir. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Para gajah diterjunkan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, serta wilayah terdampak di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. “Keempatnya memiliki pengalaman panjang dalam operasi kemanusiaan. Mereka pernah terlibat pembersihan puing pasca-tsunami Aceh 2004. BKSDA Aceh menjadwalkan operasi pembersihan menggunakan gajah selama tujuh hari, hingga 14 Desember 2025. Fokus penanganan masih di Pidie Jaya karena akses ke kabupaten lain masih terhambat. “Jangan anggap ini sebagai bentuk penyiksaan satwa, karena kami sangat memperhatikan kesejahteraan mereka,” sambung Ujang. Gajah sumatera jinak diturunkan untuk membantu membersihkan permukiman warga di di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, ACeh, akibat banjir. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Gajah juga dilibatkan sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat untuk peduli lingkungan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.