Wed,6 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Garangan Jawa, Mamalia Imut Penyeimbang Ekosistem

Garangan Jawa, Mamalia Imut Penyeimbang Ekosistem

garangan-jawa,-mamalia-imut-penyeimbang-ekosistem
Garangan Jawa, Mamalia Imut Penyeimbang Ekosistem
service

Garangan Jawa, Mamalia Imut Penyeimbang Ekosistem


Garangan jawa atau Herpestesjavanicus merupakan mamalia kecil berbulu cokelat yang berjalan dengan empat kaki dan aktif di permukaan tanah. Satwa ini termasuk dalam famili Herpestidae dan dikenal sebagai karnivora kecil yang tangkas. 

Di Indonesia, persebarannya meliputi seluruh Pulau Jawa serta bagian utara Pulau Sumatera. Garangan dapat hidup di berbagai tipe habitat, mulai dari hutan, perkebunan, lahan pertanian, hingga kawasan permukiman. 

Kemampuannya beradaptasi membuat spesies ini masih cukup mudah dijumpai, meskipun sebagian besar hutan di Jawa telah mengalami alih fungsi menjadi area pertanian maupun pemukiman.

Hidup di Kebun dan Semak-semak

Habitat garangan semakin terdesak akibat perubahan tata guna lahan, terutama pembangunan kawasan perumahan dan infrastruktur. Namun, spesies ini mampu bertahan karena tidak bergantung pada satu jenis lingkungan tertentu. 

Keberadaan semak-semak, kebun, atau area dengan ketersediaan mangsa yang cukup sudah dapat mendukung populasinya. Faktor utama yang memengaruhi keberadaan garangan adalah ketersediaan makanan. Selama sumber pakan tersedia, garangan mampu menyesuaikan diri bahkan di lanskap yang telah dimodifikasi manusia.

Penyeimbang Ekosistem

Garangan jawa tergolong mesopredator, yaitu predator tingkat menengah dalam rantai makanan. Jenis makanannya sangat beragam, meliputi serangga, moluska seperti siput dan bekicot, amfibi seperti katak, reptil seperti kadal dan ular, ikan, burung, telur, hingga hewan pengerat seperti tikus. 

Fleksibilitas ini membuatnya tidak menjadi hewan pemilih. Sebagai anggota Herpestidae, garangan juga dikenal mampu memangsa ular berbisa dengan teknik menyerang bagian belakang kepala sebelum membunuhnya.

Peran ekologis garangan cukup penting dalam menjaga keseimbangan populasi mangsa, terutama tikus yang kerap menjadi hama pertanian. Dalam konteks ini, garangan dapat berfungsi sebagai agen pengendali hayati. 

Di beberapa wilayah di luar Indonesia, seperti Fiji, Amami-Oshima, dan Puerto Rico, spesies ini pernah diintroduksi untuk mengendalikan populasi tikus di perkebunan. Di lahan pertanian dan sawah, keberadaan garangan dapat membantu mengurangi kerusakan hasil panen akibat serangan hama pengerat.

Garangan Perlu Dilestarikan

Di kawasan permukiman yang berbatasan dengan kebun atau semak, garangan terkadang memangsa ayam peliharaan warga. Kondisi ini menimbulkan konflik sehingga tidak jarang hewan ini diburu atau dibunuh. 

Padahal, selain berpotensi merugikan peternak kecil, garangan juga memberikan manfaat sebagai predator alami tikus. Pengelolaan konflik satwa-manusia menjadi penting agar keberadaannya tetap terjaga tanpa merugikan masyarakat.

Berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature, Herpestes javanicus berstatus Least Concern (LC) atau Risiko Rendah. Artinya, secara global populasinya masih dianggap stabil dan belum menghadapi ancaman kepunahan serius. 

Di Indonesia, garangan juga bukan termasuk satwa yang dilindungi. Meski demikian, perubahan habitat yang terus berlangsung tetap perlu diperhatikan agar populasi alaminya tidak menurun di masa depan.

Menjaga keberadaan garangan berarti turut menjaga keseimbangan ekosistem, terutama dalam pengendalian populasi hama. Upaya konservasi tidak selalu berarti perlindungan ketat, tetapi juga mencakup pengelolaan habitat dan pengurangan konflik dengan manusia secara proporsional.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.