Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Gaya Hidup Sehat Cegah Alzheimer

Gaya Hidup Sehat Cegah Alzheimer

gaya-hidup-sehat-cegah-alzheimer
Gaya Hidup Sehat Cegah Alzheimer
service

Jakarta, Prohealth.id – Hingga kini belum ada terapi yang mampu menyembuhkan Alzheimer. Padahal, Alzheimer adalah jenis demensia terbanyak di dunia.

Menurut dr. Yeni Quinta Mondiani, dosen Fakultas Kedokteran IPB University, kita bisa menekan risiko penyakit ini melalui pola hidup sehat. Dalam peringatan Hari Alzheimer Sedunia, dr. Yeni mengungkapkan bahwa Alzheimer merupakan jenis demensia terbanyak secara global. Jumlahnya mencapai 60–80 persen dari seluruh kasus demensia.

“Demensia sendiri merupakan kumpulan gejala penurunan kognitif yang cukup berat sehingga mengganggu aktivitas kesehariannya,” jelasnya melalui siaran pers, Sabtu (27/9/2025).

Fungsi kognitif tidak hanya mencakup memori, tetapi juga atensi. Ada juga kemampuan visuospatial yakni mengenali bagian tubuh, bahasa, hingga fungsi eksekutif yang berhubungan dengan pengambilan keputusan.

Selain Alzheimer, jenis demensia terbanyak kedua adalah demensia vascular. Jenis demensia ini berhubungan dengan gangguan pembuluh darah di otak, salah satunya akibat stroke.

Ia menambahkan, demensia Alzheimer umumnya muncul pada usia di atas 65 tahun. Selain itu, prevalensi lebih tinggi di negara maju. Penyebab utamanya adalah penumpukan protein abnormal di otak, yaitu beta amyloid. Pada kasus tertentu, mutasi gen dapat memicu early onset Alzheimer atau demensia dini sebelum usia 65 tahun.

“Gejalanya meliputi penurunan fungsi kognitif yang didahului oleh penurunan daya ingat berat. Pada akhirnya, seluruh fungsi intelektual pasien terganggu hingga kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari. Alzheimer umumnya muncul perlahan dan bertambah berat seiring usia,” paparnya.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan Alzheimer. Namun, dr Yeni menekankan bahwa risiko bisa ditekan dengan pola hidup sehat. Misalnya; tetap aktif bergerak, mengelola stres, menghindari rokok dan alcohol. Selain itu juga mengontrol faktor risiko vaskular seperti diabetes dan hipertensi.

“Gaya hidup sehat adalah langkah nyata untuk menurunkan risiko demensia Alzheimer. Pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu saat fungsi kognitif sudah menurun,” pungkasnya.

Editor: Gloria Fransisca Katharina Lawi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.