Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sport
  3. Bulu tangkis
  4. Ginting fokus benahi pola main usai terhenti di Malaysia Masters 2026

Ginting fokus benahi pola main usai terhenti di Malaysia Masters 2026

ginting-fokus-benahi-pola-main-usai-terhenti-di-malaysia-masters-2026
Ginting fokus benahi pola main usai terhenti di Malaysia Masters 2026
service

Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengatakan perlunya pembenahan pola permainan setelah langkahnya terhenti pada babak 16 besar BWF World Tour Super 500 Malaysia Masters 2026 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis.

Ginting harus mengakui keunggulan unggulan ketiga asal Prancis Christo Popov setelah kalah dua gim langsung 17-21, 14-21.

“Evaluasi ke depannya lebih ke pola main saja, karena di setiap pertandingan akan beda-beda keadaannya,” kata Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI selepas pertandingan.

Pemain asal Jawa Barat itu mengaku kesulitan menghadapi permainan Popov yang dinilainya makin matang dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Pada gim pertama, Ginting sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat sebelum akhirnya kehilangan momentum selepas interval. Ia mengaku kurang disiplin menjaga pola permainan sehingga lawan lebih mudah mengendalikan pertandingan.

Baca juga: Ubed tantang Popov demi balas kekalahan Ginting di Malaysia Masters

Memasuki gim kedua, Ginting mencoba mengubah strategi untuk mengejar ketertinggalan. Namun, perubahan pola permainan itu mampu diantisipasi dengan baik oleh Popov.

Ginting mengatakan Popov merupakan tipe pemain ulet yang sulit dimatikan sehingga membutuhkan kesabaran ekstra sepanjang pertandingan.

“Christo salah satu pemain yang ulet dan safe, tidak mudah untuk dapat satu poin dari dia, jadi harus siap capek juga,” ujar dia.

Menurut Ginting, perkembangan permainan Popov juga terlihat signifikan dibanding pertemuan sebelumnya. Selain lebih matang, pebulu tangkis Prancis itu dinilai makin cepat dalam mengubah strategi di tengah pertandingan.

“Secara keseluruhan permainan tidak banyak berubah, namun dia bisa mengubah strategi di lapangan dengan cepat dan mengantisipasi dengan cepat,” kata Ginting.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia kehilangan satu wakil tunggal putra di babak delapan besar. Popov selanjutnya akan menghadapi Mohammad Zaki Ubaidillah yang lolos setelah mengalahkan Jeon Hyeok Jin dari Korea Selatan dengan skor 21-10, 16-21, 21-16.

Baca juga: Jonatan Christie ke perempat final Malaysia Masters

Baca juga: Adnan/Indah tak temui kendala adaptasi di Malaysia Masters 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.