Thu,21 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Gurun Terkering di Bumi Di Tengah Benua Es, Sudah Kering Selama 2 Juta Tahun

Gurun Terkering di Bumi Di Tengah Benua Es, Sudah Kering Selama 2 Juta Tahun

gurun-terkering-di-bumi-di-tengah-benua-es,-sudah-kering-selama-2-juta-tahun
Gurun Terkering di Bumi Di Tengah Benua Es, Sudah Kering Selama 2 Juta Tahun
service

Kalau diminta menebak di mana tempat terkering di Bumi, mungkin sebagian besar dari kita  akan menjawab Gurun Sahara di Afrika Utara,  atau mungkin Atacama, gurun gersang di pesisir barat Amerika Selatan yang sering disebut sebagai “tempat paling mirip Mars di Bumi”. Jawaban itu tentu masuk akal, tapi keliru. Keduanya memang kering, tapi tempat terkering yang sesungguhnya bukan ada di sabuk panas katulistiwa, bukan di hamparan pasir yang membakar telapak kaki, melainkan di ujung paling selatan planet ini, di benua yang justru dikenal sebagai lautan es: Antartika. Di sana, tersembunyi di balik barisan pegunungan yang menjulang, terdapat tiga lembah yang sudah tidak mengenal hujan selama hampir dua juta tahun. Bukan dua ratus tahun. Bukan dua puluh ribu tahun. Dua juta tahun. Ketika leluhur kita masih hidup berpindah-pindah di savana Afrika, lembah-lembah ini sudah kering. Dan sampai hari ini, kondisinya nyaris tidak berubah. Anomali di Tengah Benua Es Antartika adalah benua terbesar kelima di Bumi, menutupi sekitar 14 juta kilometer persegi, dan hampir seluruh permukaannya tertutup lapisan es yang di beberapa titik mencapai ketebalan 4.800 meter. Es itu bukan sekadar hamparan tipis, melainkan lapisan raksasa yang telah terakumulasi selama jutaan tahun. Maka wajar jika kita membayangkan Antartika sebagai tempat yang seragam: putih, beku, dan mati. Salah satu gletser yang mengapit McMurdo Dry Valleys — es ini berhenti tepat di tepi lembah, tidak pernah benar-benar masuk ke dalamnya. Di sinilah angin katabatik mengambil alih, menyublimasi setiap tetes kelembapan sebelum sempat menyentuh tanah. (Foto: U.S. Department of State/Public Domain) Kenyataannya tidak sesederhana itu. Di…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.