Selina Aurora, penulis muda asal Papua terpilih sebagai Emerging Writers Makassar International Writers Festival 2026. Melalui podcast ini, dia bercerita tentang bagaimana masa kecilnya di Merauke dan bertumbuh hingga remaja. Rawa, mangrove, sungai dan laut sudah menjadi bagian dalam ingatan dan pengalaman hidupnya sebagai orang Papua. Banyak tulisan Selina menyoroti tentang pembangunan di Papua yang seringkali merampas hak masyarakat adat dan lingkungan, terutama perempuan. Baginya, orang Papua bukan anti pembangunan, tapi mereka memiliki sikap kritis ketika pembangunan mengancam hutan dan laut yang menjadi bagian bagi masyarakat adat. Tak hanya di Merauke, Selina juga merawat ingatan tentang Papua dari pengalaman hidupnya di Waropen dan Manokwari sebagai pengajar dan pendeta. Dia punya mimpi agar cerita Papua tidak hanya dibaca dari sudut konflik atau pembangunan semata. Bagi Selina, menulis adalah cara untuk menjelaskan Papua secara lebih utuh dan jernih. Melalui sastra, ekoteologi, dan suara perempuan, dia mengajak pembaca melihat Papua sebagai rumah bersama yang menyimpan pengetahuan, martabat, dan perjuangan untuk menjaga kehidupan. Sampai ketemu episode podcast BERISIK: ruang untuk cerita dari lapangan yang berisi, ada isi dan mengajak kamu untuk berisik dari Mongabay Indonesia ! (Editor podcast: Hidayaturohman M. Suri) Selina Aurora bersama anak-anak didik di Sekolah Pendidikan Guru Jemaat (SPGJ) GKI Lahai Roi dalam pembelajaran ekoteologi dan aksi peduli lingkungan di Pulau Lemon, Manokwari. Foto: Dokumentasi Selina Aurora The post Selina Aurora, Upaya Merawat Ingatan Papua appeared first on Mongabay.co.id.This article was originally published on Mongabay
Selina Aurora, Upaya Merawat Ingatan Papua
Selina Aurora, Upaya Merawat Ingatan Papua





Comments are closed.