Adaptasi krisis iklim tidak akan berjalan tanpa inovasi yang tepat. Peran riset dan teknologi pun krusial untuk menyediakan inovasi yang memudahkan kelompok-kelompok rentan. Hal ini tergambar dalam knowledge and innovation exchange (KIE) Jakarta Summit 2026, akhir April. Salah satunya dalam bentuk The Coupled Seaweed and Solar Salt Farming (CSSSF) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Teknologi ini memadukan tambak garam tradisional menjadi kawasan produksi terpadu yang menghasilkan air bersih, energi hijau, dan pangan berkelanjutan secara mandiri. Inisiatif ini hadir dari tim peneliti Universitas Trunojoyo, the University of Newcastle, the Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia membuat petambak garam tradisional bisa dapat penghasilan tambahan dari budidaya rumput laut, listrik dari tenaga surya, juga air bersih dari desalinasi air laut. Fathur Rokhim, petambak garam tradisional, menyebut, krisis iklim membuatnya dan banyak petani garam tradisional lain nelangsa. Pasalnya, selain membuat budidaya yang hanya bisa mereka lakukan dalam tujuh bulan musim kemarau ini rentan, praktik mereka yang mengandalkan tenaga manusia dan pompa diesel ini pun tinggi emisi. Sementara, dia tidak pernah terpikirkan punya penghasilan lain, termasuk rumput laut. “Selama ini petani garam belum pernah budidayakan rumput laut,” katanya. Wahyudi Agustiono, peneliti Universitas Trunojoyo, menjelaskan, prototype ini menampung air laut yang petambak garam proses secara manual ke dalam kolam yang sudah berisi rumput laut. Kemudian memisahkan dengan desalinasi yang membantu kristalisasi lebih cepat, sehingga panen pun lebih cepat. Teknologi ini juga menggunakan sistem Organic Rankine Cycle (ORC), memanfaatkan panas untuk menghasilkan energi pengubah panas yang bisa menjadi sumber energi.…This article was originally published on Mongabay
Pentingnya Inovasi Teknologi untuk Adaptasi Krisis Iklim Kelompok Rentan
Pentingnya Inovasi Teknologi untuk Adaptasi Krisis Iklim Kelompok Rentan





Comments are closed.