Sat,5 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Gus Yahya: Gerakan AGUS Ikhtiar Bantu Kebutuhan Dasar Santri di Pesantren

Gus Yahya: Gerakan AGUS Ikhtiar Bantu Kebutuhan Dasar Santri di Pesantren

gus-yahya:-gerakan-agus-ikhtiar-bantu-kebutuhan-dasar-santri-di-pesantren
Gus Yahya: Gerakan AGUS Ikhtiar Bantu Kebutuhan Dasar Santri di Pesantren
service

Semarang, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyebut peluncuran Gerakan AGUS (Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri) sebagai ikhtiar untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar santri di pesantren.

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menghadiri peluncuran program Gerakan AGUS yang digelar oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU di Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah,  pada Ahad (8/3/2026).

“Program ini menjadi wujud ikhtiar untuk sekurang-kurangnya menyumbangkan bantuan, menambal apa yang dirasakan sebagai kebutuhan yang masih kita temui, khususnya di lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini RMI PBNU juga menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan kerja sama PBNU dengan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sudah beberapa waktu sebetulnya Rabithah Ma’ahid Islamiyah ini menjadi ujung tombak dari satu program kerja sama besar antara PBNU dengan pemerintah, yaitu dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis,” katanya.

Gus Yahya mengatakan bahwa PBNU bersama Badan Gizi Nasional telah menyepakati kerja sama untuk membantu penyelenggaraan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Menurutnya, Gerakan AGUS menjadi salah satu langkah untuk membantu kebutuhan santri yang belum sepenuhnya tersentuh program MBG.

Ia menegaskan bahwa hal terpenting dari program tersebut adalah membangun kesadaran bersama tentang pentingnya peningkatan gizi bagi santri di lingkungan pesantren.

“Yang penting dari ini adalah membangkitkan kesadarannya bahwa kita butuh upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan gizi santri,” tambahnya.

Peluncuran Gerakan AGUS ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, jajaran pengurus RMI PBNU, RMI PWNU Jawa Tengah, serta Ketua PC RMI se-Jawa Tengah. Hadir pula jajaran pengurus PCNU Kota Semarang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.