Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Haid, Tubuh Perempuan, dan Pembagian Peran Sosial

Haid, Tubuh Perempuan, dan Pembagian Peran Sosial

haid,-tubuh-perempuan,-dan-pembagian-peran-sosial
Haid, Tubuh Perempuan, dan Pembagian Peran Sosial
service

Mubadalah.id – Haid masih kerap dipahami semata sebagai persoalan biologis perempuan, padahal dalam praktik sosial, haid sering berkaitan dengan kontrol atas tubuh dan pembagian peran dalam keluarga maupun masyarakat.

Dalam Islam, haid merupakan fase baligh perempuan dan menjadi indikator masa reproduksi aktif, yakni kemampuan biologis untuk mengandung dan melahirkan anak.

Menurut sebagian masyarakat, perempuan yang mengalami haid, mereka persepsikan sebagai makhluk yang harus lebih ia jaga perilaku dan geraknya.

Perempuan yang dianggap “berbudi” sering dilekatkan dengan kepatuhan pada norma dan tradisi, termasuk pembatasan aktivitas selama masa haid.

Persepsi tersebut berkelindan dengan anggapan bahwa perempuan secara kodrati bertanggung jawab atas urusan domestik, seperti mengurus rumah, memasak, membersihkan, mengandung, melahirkan, dan menyusui anak.

Sementara itu, laki-laki diposisikan sebagai pencari nafkah utama dan dianggap menghadapi tantangan lebih besar di ruang publik.

Atas dasar itu, kesempatan untuk mengembangkan potensi diri di luar rumah lebih banyak kepada laki-laki. Pembagian peran ini kita terima sebagai sesuatu yang alamiah, meskipun dalam praktiknya tidak selalu berjalan demikian.

Dalam kehidupan sehari-hari, pembagian kerja di dalam keluarga tidak selalu bersifat kaku. Perempuan tidak jarang terlibat dalam aktivitas produktif di luar rumah, sementara laki-laki juga berperan dalam pekerjaan domestik.

Namun, norma sosial tetap cenderung menegaskan bahwa ruang kerja utama perempuan berada di ranah domestik. Sedangkan ruang publik masih melekat pada laki-laki.

Sejumlah narasi dan mitos yang berkembang di masyarakat turut memperkuat pembatasan tersebut. Mitos yang melekat pada perempuan saat haid, misalnya, kerap menjadi penanda sosial yang membatasi ruang gerak dan aktivitas perempuan.

Dalam konteks ini, haid tidak hanya menjadi fungsi biologis. Tetapi juga sebagai instrumen sosial yang berkontribusi pada pelanggengan pembagian kerja berbasis gender. []

Sumber tulisanBuku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.