Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hantavirus, Tikus, dan Kebersihan Lingkungan Kita

Hantavirus, Tikus, dan Kebersihan Lingkungan Kita

hantavirus,-tikus,-dan-kebersihan-lingkungan-kita
Hantavirus, Tikus, dan Kebersihan Lingkungan Kita
service

Kapal pesiar MV Hondius berbendera Belanda, pada 1 April 2026 lalu singgah di Ushuaia, ujung selatan Argentina. Kapal berencana meneruskan pelayarannya hingga Antarktika dan mengunjungi beberapa pulau cantik di Samudera Atlantik. Pada 11 April, seorang penumpang dilaporkan meninggal di atas kapal yang didahului sakit. Pada 26 April, penumpang yang naik kapal pesiar itu juga meninggal saat hendak boarding di bandara Afrika Selatan dalam perjalanan pulang. Sementara pada 2 Mei, kembali seorang penumpang dilaporkan meninggal di atas kapal. Mengutip AP, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 4 Mei menyatakan kejadian itu sebagai wabah, setelah penyebab kematian ketiganya dinyatakan positif karena hantavirus. Total, ada 11 laporan kasus hantavirus dengan 3 orang meninggal. Meski kapal pesiar itu tidak singgah di Indonesia, kewaspadaan terhadap penyakit tersebut tetap dijalankan. Belum ada laporan kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS), penyebab kematian akibat hantavirus seperti yang terjadi di Eropa itu di Indonesia. Namun, Kementerian Kesehatan RI telah mengonfirmasi adanya peningkatan temuan kasus tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), akibat hantavirus. Dibanding HPS, risiko kematian HFRS lebih rendah. Tikus yang dapat menjadi vektor pembawa penyakit hantavirus. Foto: Pixabay/Alexas_Fotos Data Kementerian ini menyebutkan, sepanjang 2024-2026 tercatat 256 suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan. Dari 1 kasus pada 2024, menjadi 17 kasus pada 2025, dan 5 kasus hingga Mei 2026. Sebuah kajian yang laporannya terbit 12 Maret 2026 di jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases menyebutkan bahwa Indonesia…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.