Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ikan Pemanah, Predator yang Memburu Mangsa di Darat

Ikan Pemanah, Predator yang Memburu Mangsa di Darat

ikan-pemanah,-predator-yang-memburu-mangsa-di-darat
Ikan Pemanah, Predator yang Memburu Mangsa di Darat
service

Di perairan dangkal Indo-Pasifik, termasuk wilayah Indonesia, hidup ikan unik berukuran tidak lebih dari 20 sentimeter yang memiliki kemampuan luar biasa. Namanya ikan pemanah (Archer Fish), dikenal sebagai predator air yang berburu mangsa di alam berbeda. Itu bisa terjadi karena makanan utamanya serangga. Ya, ikan ini akan berburu mangsanya di dedaunan, namun dengan senjata yang tidak biasa, yaitu semburan air. Ikan pemanah (Toxotes jaculatrix) merupakan jenis yang berwarna keperakan, bertubuh pipih, dan memiliki kepala bermoncong segitiga. Jenis ini memiliki totol khas berbentuk semi-segitiga sepanjang sisi tubuhnya. Kemampuan semburan air bukanlah sekadar meludah biasa. Ikan ini seperti memanah dan dapat menjatuhkan serangga dari ketinggian hingga dua meter di atas permukaan air. Ia melakukannya dengan menyemburkan tetesan air yang dirancang secara presisi untuk mencapai target dengan daya hantam maksimal. Tantangan utama bukanpada kekuatan semburan, melainkan fisika itu sendiri. Ketika melihat mangsa dari dalam air, posisi serangga yang sebenarnya berbeda dari yang tampak akibat pembiasan cahaya. Penelitian klasik berjudul “Refraction and the spitting behavior of the archerfish (Toxotes chatareus), yang dilakukan Lawrence M. Dill pada 1977, menemukan bahwa ikan pemanah mampu mengoreksi efek refraksi dengan akurasi tinggi. Ikan tidak menembak langsung dari bawah mangsa, tetapi menyesuaikan sudut tembakannya secara presisi untuk berbagai posisi mangsa berbeda. “Ikan pemanah tidak menembak dari posisi tepat di bawah mangsa, tetapi dapat mengatur sudut semburan dengan benar untuk mengkompensasi refraksi. Ikan dapat mengoreksi efek refraksi besar terhadap elevasi semu atau tinggi semu mangsa,” tulis Dill dalam jurnal Behavioral Ecology and Sociobiology. Selain pembiasan cahaya, ikan pemanah juga harus memperhitungkan kelengkungan lintasan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.