Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Harga Minyak Dunia Naik, Elnusa Lihat Peluang Peningkatan Aktivitas Hulu Migas

Harga Minyak Dunia Naik, Elnusa Lihat Peluang Peningkatan Aktivitas Hulu Migas

harga-minyak-dunia-naik,-elnusa-lihat-peluang-peningkatan-aktivitas-hulu-migas
Harga Minyak Dunia Naik, Elnusa Lihat Peluang Peningkatan Aktivitas Hulu Migas
service

KABARBURSA.COM – Kenaikan harga minyak dunia di tengah memanasnya tensi geopolitik global dinilai dapat membuka peluang baru bagi aktivitas sektor hulu migas di Indonesia. Emiten jasa energi PT Elnusa Tbk (ELSA) melihat kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas.

Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah mengatakan lonjakan harga minyak dapat membuat sejumlah lapangan migas yang sebelumnya dianggap kurang ekonomis menjadi lebih layak untuk dikembangkan.

Menurutnya, ketika harga minyak berada di bawah 60 dolar AS per barel, beberapa proyek eksplorasi belum cukup menarik untuk dijalankan. Namun dengan harga minyak yang lebih tinggi, proyek-proyek tersebut mulai menunjukkan potensi ekonomi yang lebih baik sehingga aktivitas lifting berpotensi meningkat.

“Harapan kami dengan meningkatnya kegiatan eksploitasi dan eksplorasi, aktivitas drilling bisa meningkat dan ini berimbas positif terhadap kegiatan usaha Elnusa,” ujarnya di Bimasena, Jakarta Selatan dikutip Jumat, 6 Maret 2026.

Nelwin menjelaskan biaya produksi atau lifting minyak di Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, apabila harga minyak tetap bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu cukup lama, sejumlah lapangan marginal di dalam negeri berpeluang kembali dikembangkan.

Dari sisi operasional, Elnusa memiliki portofolio layanan hulu migas yang cukup lengkap, mulai dari geoscience dan reservoir services, drilling dan workover services, hingga well intervention services yang mendukung aktivitas eksplorasi hingga produksi migas.

Perusahaan juga didukung oleh berbagai fasilitas operasional seperti unit coiled tubing, cementing units, wireline logging, serta layanan well testing yang menjadi bagian penting dalam proses pengeboran dan produksi minyak dan gas.

Sepanjang 2025, Elnusa mencatat berbagai aktivitas operasional di sektor hulu migas, di antaranya 1.298 pekerjaan wireline logging, pengujian terhadap lebih dari 16.000 sumur, serta kegiatan pengeboran menggunakan sembilan sumur modular rig.

Dari sisi bisnis, perseroan juga memiliki portofolio kontrak yang cukup kuat. Hingga 2026, Elnusa mencatat carry forward kontrak pada segmen hulu migas terintegrasi sebesar Rp11,9 triliun yang mencerminkan masih kuatnya permintaan layanan jasa migas.

Nelwin juga menyoroti dinamika geopolitik global, termasuk potensi gangguan distribusi minyak di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang sempat memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.

Menurutnya kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional, terutama mengingat pemerintah sebelumnya menyatakan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hari.

“Ini tentu menjadi tantangan bagi ketahanan energi Indonesia. Harapan kami kondisi ini bisa mendorong adanya insentif yang lebih tinggi dari pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak domestik,” tuturnya.

Ia menambahkan peningkatan produksi minyak nasional juga sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai lifting sebesar 1 juta barel per hari dalam beberapa tahun mendatang. Dengan meningkatnya produksi domestik, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah diharapkan dapat berkurang.

“Kegiatan tersebut tentunya juga berpotensi memberikan dampak positif bagi kegiatan usaha Elnusa,” ujarnya.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.