Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Hari Anak Perempuan Internasional 2025: Kala Remaja Putri Jadi Dubes Sehari

Hari Anak Perempuan Internasional 2025: Kala Remaja Putri Jadi Dubes Sehari

hari-anak-perempuan-internasional-2025:-kala-remaja-putri-jadi-dubes-sehari
Hari Anak Perempuan Internasional 2025: Kala Remaja Putri Jadi Dubes Sehari
service

Pekerjaan sebagai Duta Besar (Dubes) sejak lama telah mengundang minat dan rasa penasaran dari para remaja. Retno Marsudi, mantan Menteri Luar Negeri RI di era Presiden Jokowi, sempat menjadi Dubes RI di Belanda dan Norwegia. Retno menjadi sorotan publik karena ketangguhannya dalam berdiplomasi. Banyak remaja putri yang mengidolakan Retno, ini bisa dilihat dari banyaknya respon mereka pada laman Instagram-nya.  

Belum lama ini, Yayasan Plan Internasional Indonesia (Plan Indonesia) menggelar program bertajuk “Girls Takeover 2025”, untuk memberikan kesempatan kepada 12 remaja putri terpilih menjajal pekerjaan sebagai Dubes dan pimpinan lembaga PBB. Aktivitas ini melibatkan empat Kedutaan Besar (Australia, Kanada, Norwegia, dan Swedia) serta dua lembaga PBB (UNFPA dan UN Women), untuk memperingati Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh pada 11 Oktober.

“Sejak pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada 2016, ratusan perempuan muda dari berbagai daerah telah membuktikan bahwa mereka mampu tampil sebagai pemimpin yang menginspirasi dan mendorong perubahan sosial berkelanjutan. Melalui “Girls Takeover kami mengajak institusi dan para pemangku kepentingan untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan,” ungkap Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia.

Jumlah total remaja putri yang terpilih dalam program ini mencapai 30 orang, termasuk 12 peserta utama dan 8 mentor. Seleksi ketat meliputi kreativitas membuat CV, ketrampilan dalam komunikasi, dan aktivitas di luar sekolah. Peserta termuda adalah Chloe M (15) dari Jakarta, sedangkan peserta paling jauh adalah Jenria (18) asal Sumba. Lucunya, keduanya mengaku tak bercita-cita menjadi dubes atau diplomat. Jadi, apa sebetulnya motivasi mereka?

Jenria dan Chloe, dua remaja putri peserta program Girls Takeover 2025.

“Kegiatan ini memberikan kami kesempatan menjadi pemimpin, seperti kemarin kami diberikan kesempatan untuk memimpin sebuah kegiatan. Kami juga mengalami sendiri bagaimana seorang dubes itu mencoba menyelesaikan masalah dalam program-program yang dijalankan di sini,” kata Jenria. Selama satu hari penuh, ia ‘menggantikan’ tugas Dubes Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert.

“Saya sempat ikut meeting di kantor AstraZeneca untuk membahas persoalan kesetaraan gender, pelecehan seksual, dan mendengarkan beberapa rekan yang berbagi tentang isu penyakit tidak menular,” lanjut Jenria. Pikirannya kini semakin terbuka atas isu-isu global yang jamak dialami anak-anak perempuan di dunia.

Sementara Chloe mengaku program ini menjadikannya bersemangat untuk mewujudkan rencana-rencananya di masa depan.

“Saya sebelumnya pernah ikut kegiatan yang sama di PBB dan belajar banyak mengenai peranan diplomasi. Kebetulan saya kebagian menjadi Dubes Kanada untuk ASEAN. Jadi, ketika seharian menggantikan Dubes Ambra Dickie (Dubes Kanada untuk ASEAN) pikiran saya semakin terbuka atas kekuatan ASEAN di dunia,” kata Chloe. Ia pelajar kelas 10 di Springfield School, sekolah berkurikulum Cambridge di Jakarta Barat.

Bahaya Cyber Bully pada Anak-anak Perempuan

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2024, ada 41 kasus anak menjadi korban pornografi dan kejahatan siber, termasuk cyberbullying. Kasus ini menempati peringkat ketiga pengaduan terbanyak dalam klaster Perlindungan Khusus Anak.

Sedangkan data Kementerian Kominfo menunjukkan hingga pertengahan 2025 sebanyak 48% anak Indonesia mengaku pernah mengalami perundungan di ruang digital. Faktor penyebabnya bervariasi; mulai dari kurangnya kontrol diri dan pengawasan dari keluarga hingga kesenjangan antara perkembangan teknologi dan media sosial dengan rendahnya literasi digital pada anak-anak dan orang tua. Perilaku remaja yang suka meniru juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya cyberbullying

Dubes Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, Jess Dutton, mengatakan bahwa di Kanada korban cyberbullying bukan hanya anak-anak perempuan, tetapi juga tokoh-tokoh perempuan. Maka ia menilai persoalan ini harus diatasi dengan kerja sama yang kokoh antara pemerintah, masyarakat, dan parlemen.

Cyberbullying adalah fenomena global. Saya kira penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus bekerja sama agar setiap anak, baik laki-laki dan perempuan itu dipastikan mendapat perlindungan yang setara dalam kasus-kasus cyberbullying,’ kata Dubes Dutton kepada Alif.

Kesetaraan gender sendiri menjadi salah satu isu yang dikampanyekan pemerintah Kanada, termasuk dalam program “Girls Takeover 2025”.

“Program ini tak hanya memberikan mereka pengalaman menjadi Duta Besar atau pemimpin organisasi PBB dalam satu hari. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai kesetaraan gender, sebab banyak persoalan yang kita hadapi saat ini membutuhkan partisipasi aktif dari laki-laki dan perempuan. Ini bukan hanya di Kanada tetapi juga secara global,” tambah Dutton.

Tags:

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.