Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Harus Berpisah, Dua Anakan Kucing Kuwuk Korban Perdagangan Ilegal di Sumatera Selatan

Harus Berpisah, Dua Anakan Kucing Kuwuk Korban Perdagangan Ilegal di Sumatera Selatan

harus-berpisah,-dua-anakan-kucing-kuwuk-korban-perdagangan-ilegal-di-sumatera-selatan
Harus Berpisah, Dua Anakan Kucing Kuwuk Korban Perdagangan Ilegal di Sumatera Selatan
service

Layaknya manusia, kehidupan anak kucing hutan juga sangat rentan bila terpisah dari induknya. Dampaknya, dapat berujung kematian. Hal ini dialami satu dari dua individu kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) yang menjadi korban perburuan dan perdagangan ilegal di Sumatera Selatan. Sempat menjalani perawatan intensif di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu Palembang, keduanya harus berpisah. “Satu individu yang usianya satu minggu tidak selamat. Ia mati saat menjalani perawatan, tidak lama setelah diamankan dari pelaku,” kata Andre, Humas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, saat ditemui di kantornya, Rabu (1/4/2026). Sementara itu, satu individu yang berusia tiga bulan lebih beruntung. Setelah menjalani perawatan sekitar satu bulan dan dinilai layak untuk dilepasliarkan, pada Februari lalu, ia kembali ke habitatnya di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Keduanya berasal dari induk berbeda.” Bagi anakan kucing kuwuk, usia satu minggu adalah kondisi ia masih menerima asupan susu dan mendapat perawatan intensif dari sang induk. “Jika terpisah dari induknya, sangat rentan mati,” tuturnya. Anakan kucing kuwuk ini diselamatkan dari upaya perdagangan satwa liar dilindungi di Palembang. Foto: Dok. Humas BKSDA Sumsel Erwin Wilianto, peneliti konservasi independen yang fokus pada pelestarian kucing liar di Indonesia, mengatakan, berdasarkan pengalamannya di rescue center, survival rate anak kucing hutan cukup kecil. “Stres bisa jadi faktor utama. Selain itu, faktor nutrisi juga berpengaruh, karena kami menggunakan susu substitusi yang kurang sesuai. Namun, tidak menutup kemungkinan ada beberapa individu bisa selamat,” katanya, kepada Mongabay Indonesia, Jumat (3/4/2026). Untuk usia tiga bulan, biasanya sudah lepas sapih…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.