Sat,8 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

hiv-pada-perempuan:-risiko-lebih-besar-dan-enam-cara-mencegahnya
HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya
service

Mubadalah.id – Setelah terinfeksi HIV, perempuan dapat mengalami perkembangan penyakit menuju AIDS lebih cepat daripada laki-laki. Seperti telah kita jelaskan sebelumnya, seseorang yang terinfeksi HIV umumnya masih tampak sehat selama beberapa waktu.

Namun, pada perempuan, rentang waktu antara infeksi HIV dan berkembangnya AIDS dapat lebih singkat. Kondisi gizi yang buruk, kehamilan, serta persalinan dapat membuat daya tahan tubuh perempuan lebih lemah dalam melawan berbagai infeksi.

Masih beredar anggapan yang keliru dan tidak adil bahwa perempuan merupakan penyebab utama penularan AIDS. Padahal, laki-laki juga memiliki peran yang sama, bahkan bisa lebih besar, dalam penyebaran penyakit ini.

Sebagai contoh, pekerja seks perempuan sering mereka tuduh sebagai penyebar AIDS. Padahal orang-orang yang menggunakan jasa mereka juga memiliki tanggung jawab yang sama terhadap penularan penyakit tersebut.

Bahkan, perempuan yang hidup dengan HIV dan sedang hamil dapat menularkan virus kepada bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain itu, perempuan juga sering menjadi pihak yang merawat anggota keluarga yang hidup dengan AIDS, bahkan ketika mereka sendiri sedang sakit.

Cara mencegah HIV/AIDS antara lain sebagai berikut:

Pertama, usahakan hanya berhubungan seksual dengan satu pasangan yang juga setia hanya kepada Anda.

Kedua, lakukan hubungan seksual yang lebih aman sehingga cairan tubuh, terutama air mani yang mungkin mengandung virus atau kuman penyebab penyakit, tidak masuk ke vagina, anus, atau mulut.

Ketiga, hindari menusuk atau melukai kulit dengan jarum atau alat lain yang belum disterilkan setelah digunakan oleh orang lain.

Keempat, hindari transfusi darah kecuali dalam keadaan darurat dan pastikan darah yang digunakan telah melalui pemeriksaan keamanan.

Kelima, jangan menggunakan silet, pisau cukur, atau sikat gigi secara bergantian dengan orang lain.

Keenam, hindari menyentuh darah atau luka orang lain tanpa menggunakan alat pelindung, seperti sarung tangan.

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 371. 

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.