Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Hobi Minum Boba, Perempuan 26 Tahun Ini Jalani Cuci Darah Seumur Hidup

Hobi Minum Boba, Perempuan 26 Tahun Ini Jalani Cuci Darah Seumur Hidup

hobi-minum-boba,-perempuan-26-tahun-ini-jalani-cuci-darah-seumur-hidup
Hobi Minum Boba, Perempuan 26 Tahun Ini Jalani Cuci Darah Seumur Hidup
service

Jakarta

Bunda, minuman boba dikenal menggugah selera, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, seorang perempuan 26 tahun harus menjalani cuci darah akibat terlalu sering menikmati minuman tersebut.

Perempuan bernama Xiao Han asal Taiwan itu kini menghadapi perawatan dialisis seumur hidup hidup setelah bertahun-tahun mengonsumsi gula dalam jumlah besar yang diperparah oleh kondisi ginjal yang tidak terdiagnosis.

Dilansir dari laman E.vnexpress, ia memiliki kebiasaan minum dua gelas bubble tea setiap hari untuk mengatasi tekanan kerja.

Hal ini membuatnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis setelah tiba-tiba mengalami kesulitan bernapas yang parah akibat paru-parunya dipenuhi cairan.

Dokter menemukan ada kadar racun dalam darahnya telah mencapai tingkat berbahaya, sehingga memaksa dilakukannya intubasi darurat dan dialisis untuk menyelamatkan nyawanya, Bunda.

Gejala yang dialami Xiao Han

Menurut seorang ahli nefrologi di Taipei, Hong Yongxiang, yang mengungkap kasus ini pada 15 Januari, pasien tersebut telah mengabaikan tanda-tanda peringatan selama berbulan-bulan.

Ia telah memperhatikan pembengkakan wajah yang terjadi terus-menerus selama sekitar setengah tahun. Namun, menganggapnya disebabkan oleh begadang dan stres kerja.

Tes lebih lanjut menunjukkan bahwa ia menderita proteinuria kronis dan glomerulonefritis kronis yang tidak diobati selama bertahun-tahun.

Konsumsi minuman manis setiap hari, ditambah dengan pola tidur yang tidak teratur dan kebiasaan tidak sehat lainnya, menjadi titik kritis yang dengan cepat menyebabkan ginjalnya sudah rusak mengalami gagal fungsi.

Bahaya terlalu sering minum boba

Spesialis tersebut memperingatkan bahwa minuman yang tinggi sirup fruktosa sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Selama metabolisme, fruktosa meningkatkan produksi asam urat, yang dapat merusak tubulus ginjal, memicu peradangan kronis, dan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

Ia menggambarkan budaya bubble tea yang sudah mengakar di Taiwan sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang semakin meningkat terhadap kesehatan ginjal.

Selain gula, Hong juga menyoroti risiko umum lainnya yang sering diabaikan, termasuk kurang tidur kronis, diet tinggi natrium dan fosfor dari makanan olahan, asupan protein berlebihan di kalangan pelanggan pusat kebugaran, dan penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit yang dijual secara bebas.

Faktor-faktor tersebut dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan menyebabkan kerusakan struktural permanen seiring waktu.

Para dokter menekankan bahwa penyakit ginjal sangat berbahaya karena gejalanya seringkali baru muncul setelah lebih dari 70 persen fungsi ginjal telah hilang. Tidak seperti beberapa organ lain, ginjal tidak memiliki sistem cadangan, dan begitu ginjal gagal berfungsi, kualitas hidup dapat menurun tajam.

Kemungkinan risiko kesehatan

Dilansir dari laman Health, minuman boba umumnya aman dikonsumsi, tetapi sebaiknya minum dalam jumlah sedang. Sebab, minuman ini dapat meningkatkan komplikasi tertentu, seperti:

  • Diabetes dan obesitas: Hanya satu gelas boba ukuran 16 ons mengandung lebih banyak tambahan gula daripada asupan harian yang direkomendasikan. Terlalu banyak tambahan gula dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.
  • Sembelit: Butiran tapioka sering mengandung serat yang disebut guar gum. Zat tambahan ini membantu menjaga butiran tetap menyatu. Guar gum mengembang saat bersentuhan dengan air. Mengonsumsinya terlalu banyak dapat memicu sembelit.

Minuman alternatif yang lebih sehat

Bunda tetap bisa menikmati manfaat teh tanpa mengonsumsi terlalu banyak tambahan gula. Cobalah menikmati jenis teh lainnya, seperti teh hitam, teh melati, atau teh hijau, dengan beberapa tetes madu untuk sedikit rasa manis.

Nah, itulah penjelasan terkait perempuan 26 tahun cuci darah seumur hidup akibat konsumsi minuman boba hingga alternatif yang dapat dipilih. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.