Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ikan Buntal di Belitung Ini Membuka Jejak Sungai Purba yang Hilang Sejak Zaman Es

Ikan Buntal di Belitung Ini Membuka Jejak Sungai Purba yang Hilang Sejak Zaman Es

ikan-buntal-di-belitung-ini-membuka-jejak-sungai-purba-yang-hilang-sejak-zaman-es
Ikan Buntal di Belitung Ini Membuka Jejak Sungai Purba yang Hilang Sejak Zaman Es
service

Suhandi mendayung sampannya menerobos rapatnya tumbuhan rasau di Tebat Rasau, rawa luas di Desa Lintang, Kabupaten Belitung Timur. Saat memeriksa bubunya, satu ikan menarik perhatian: ikan buntal yang langsung menggembung ketika dipegang. “Ini dia yang kita cari-cari, aman dipegang dan dikonsumsi karena tidak beracun seperti ikan buntal umumnya,” katanya. Bagi Suhandi dan masyarakat Desa Lintang, ikan ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dimasak untuk konsumsi pribadi, kulitnya yang kasar dipakai untuk mengamplas sampan. Tapi bagi para ilmuwan, ikan buntal air tawar ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar: bukti biologis tentang sungai purba yang pernah membentang jutaan tahun lalu, menghubungkan Belitung dengan Kalimantan jauh sebelum kedua wilayah ini terpisah oleh laut. Menurut jurnal Keim dkk. (2021), ikan buntal air tawar dari genus Pao tersebar dari lembah Sungai Mekong di Indochina hingga Sumatera. Di perairan air tawar Indonesia bagian barat, ada empat spesies yang teridentifikasi: P. bergii di Kalimantan Barat, P. hilgendorfii di Kalimantan Timur, P. leiurus dari Thailand hingga Jawa, dan P. palembangensis di anak-anak Sungai Musi, Palembang. Dari keempatnya, hanya P. bergii dan P. hilgendorfii yang tidak beracun dan aman dikonsumsi. Yang mengejutkan, spesies di Tebat Rasau justru lebih mirip dengan P. hilgendorfii dari Kalimantan Timur, bukan dengan P. bergii dari Kalimantan Barat yang secara geografis jauh lebih dekat ke Belitung. “Ikan buntal air tawar di Tebat Rasau memiliki morfologi dan etologi pemangsa yang sangat mirip dengan spesies Kalimantan Timur, P. hilgendorfii,” tulis jurnal tersebut. Kemiripan ini terlihat dari bentuk tubuh memanjang hingga bulat telur, posisi mata,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.