Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ikan “Spider-man”, Ikan Kecil yang Sanggup Mendaki Dinding Batu Terjal Selama 10 Jam

Ikan “Spider-man”, Ikan Kecil yang Sanggup Mendaki Dinding Batu Terjal Selama 10 Jam

ikan-“spider-man”,-ikan-kecil-yang-sanggup-mendaki-dinding-batu-terjal-selama-10-jam
Ikan “Spider-man”, Ikan Kecil yang Sanggup Mendaki Dinding Batu Terjal Selama 10 Jam
service

Fenomena migrasi ikan umumnya dipahami sebagai pergerakan horizontal di dalam air. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports mengungkap perilaku luar biasa pada spesies ikan air tawar di Republik Demokratik Kongo. Ikan shellear (Parakneria thysi) tercatat mampu melakukan migrasi vertikal dengan memanjat dinding air terjun Luvilombo yang tegak lurus setinggi 15 meter. Temuan ini menjadi dokumentasi formal pertama mengenai perilaku memanjat pada ikan di benua Afrika. Spesies ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, rata-rata hanya sepanjang 5 sentimeter atau seukuran sepotong kentang goreng. Dalam pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dari Université de Lubumbashi dan Royal Museum for Central Africa, ribuan individu shellear terlihat merayap di permukaan batu di balik tirai air terjun. Secara teknis, pendakian ini merupakan pencapaian luar biasa bagi biota air karena mereka harus melawan gravitasi dan arus air secara bersamaan selama hampir 10 jam untuk mencapai puncak hulu. Mekanisme Adaptasi dan Anatomi Kemampuan memanjat layaknya “Spider-man” ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari adaptasi anatomi yang sangat spesifik. Ikan ini memiliki sirip pektoral khusus yang pada bagian depannya dilengkapi dengan susunan kait mikro. Struktur tersebut bekerja mirip dengan Velcro untuk mencengkeram permukaan batu yang licin di zona percikan air terjun. Selain itu, terdapat korset pektoral yang merupakan struktur tulang kuat untuk mendukung kerja otot besar yang dibutuhkan saat memanjat. Selama proses pendakian yang melelahkan, ikan juga menggunakan sirip pelvis sebagai penopang utama saat mereka berhenti sejenak untuk beristirahat di celah-celah batu. Tinjauan Spesies dan Lokasi Studi. (a) Spesimen hidup Parakneria thysi seukuran ~60 mm…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.