Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar di ASEAN, Apa Strateginya?

Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar di ASEAN, Apa Strateginya?

indonesia-jadi-produsen-beras-terbesar-di-asean,-apa-strateginya?
Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar di ASEAN, Apa Strateginya?
service

14 Juni 2026 23.39 WIB • 2 menit

Area persawahan | Unsplash/Qdal Studio


“Tak kenyang kalau tak makan nasi.”

Ungkapan seperti ini lumrah didengar di telinga masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, nasi sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia secara luas sejak lama.

Masifnya konsumsi nasi otomatis membuat jumlah produksi harus besar. Hal ini membuat pemerintah berupaya untuk menyegerakan swasembada beras nasional agar kebutuhan dalam negeri tetap aman.

Menariknya, laporan dari United States Department of Agriculture (USDA) menyebutkan bahwa Indonesia ternyata berada di posisi ke-4 sebagai produsen beras terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor agraria nasional tumbuh dengan baik dan mampu bersaing secara luas.

Negara Produsen Beras Terbesar di Dunia

Disadur dari situs resmi USDA, berikut adalah daftar 10 negara produsen beras terbesar di dunia berdasarkan jumlahnya (ton):

  1. India: 152 juta ton

  2. Tiongkok: 146,33 juta ton

  3. Bangladesh: 37,65 juta ton

  • Indonesia: 33,8 juta ton

  • Vietnam: 26,2 juta ton

  • Thailand: 20,7 juta ton

  • Filipina: 12,2 juta ton

  • Myanmar: 12 juta ton

  • Pakistan: 9,4 juta ton

  • Kamboja: 8,2 juta ton

  • Dilihat dari data di atas, jelas bahwa sepuluh besar negara produsen beras di dunia berasal dari Asia, khususnya Asia Tenggara. Kawasan Asia Tenggara memang memiliki tanah yang subur, sehingga proses tanam hingga panen padi menjadi lebih optimal.

    Indonesia juga menjadi produsen beras terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan total 33,8 juta ton. Jumlah ini sama dengan enam persen dari total produksi beras dunia.

    Provinsi dengan Jumlah Produksi Padi Terbesar

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Pulau Jawa menjadi lumbung pangan utama nasional. Tiga provinsi di Pulau Jawa saja telah menyumbang sekitar 50% dari total produksi padi nasional.

    Berikut adalah daftar 10 besar provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia berdasarkan data yang dikeluarkan BPS:

    1. Jawa Barat: 1,19 juta ton

  • Jawa Timur: 716,63 ribu ton

  • Jawa Tengah: 580,8 ribu ton

  • Sulawesi Selatan: 415,7 ribu ton

  • Nusa Tenggara Timur (NTT): 290,24 ribu ton

  • Lampung: 252,14 ribu ton

  • Sumatra Selatan: 222,35 ribu ton

  • Aceh: 155,74 ribu ton

  • Nusa Tenggara Barat (NTB): 153,67 ribu ton

  • Sumatra Utara: 136,45 ribu ton

  • Apa Strategi Indonesia?

    Demi mewujudkan cita-cita swasembada pangan nasional, pemerintah meresmikan empat Inpres/Perpres guna mempercepat target tersebut. Disadur dari Kementerian Pertanian, pemerintah mulai menggalakkan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, dan operasi pemeliharaan jaringan irigasi sektor persawahan.

    Selain itu, lahan-lahan pun mulai dioptimalisasi dengan diberikan fasilitas penunjang. Hal ini dilakukan agar indeks pertanaman meningkat dari satu kali menjadi tiga kali.

    Tak berhenti di situ, alat mesin pertanian (alsintan) modern seperti traktor, drone sprayer, dan combine harvester pun digalakkan untuk memangkas biaya produksi dan mempercepat proses pengolahan sampai panen nanti.

    Disadur dari Kementerian Pertanian, pemerintah memangkas regulasi yang menghambat untuk mempercepat distribusi pupuk. Harganya pun ikut diturunkan untuk memastikan petani mendapatkan sarana produksi tepat waktu.

    Di sisi lain, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) juga ditetapkan agar kesejahteraan petani meningkat. Ini juga dilakukan agar produksi beras bisa meningkat secara berkelanjutan.

    Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

    Tim Editorarrow

    0
    emoji-1
    Emoji
    0
    emoji-2
    Emoji
    0
    emoji-3
    Emoji
    0
    emoji-4
    Emoji
    0
    emoji-5
    Emoji
    0
    emoji-6
    Emoji
    0
    emoji-7
    Emoji
    Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

    Comments are closed.

    Login

    To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

    Install App

    By installing our application, you can access our content faster and easier.

    Ikuti Kami
    KAI ile Haber Hakkında Sohbet
    Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.