Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Industri Nikel Indonesia Harus Berbenah

Industri Nikel Indonesia Harus Berbenah

industri-nikel-indonesia-harus-berbenah
Industri Nikel Indonesia Harus Berbenah
service

  Di tengah ambisi global menuju dekarbonisasi melalui kendaraan listrik, wajah industri nikel Indonesia justru menampilkan potret kontras. Sebagai produsen nikel dunia, Indonesia kini terjebak dalam pusaran produksi berlebih (oversupply) dan harus bayar mahal dengan kerusakan lingkungan,  lepasan emisi karbon sampai kesusahan masyarakat bahkan bencana. Arianto Sangadji, peneliti dari Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER), mengatakan, dominasi Indonesia dalam pasar nikel dunia mencapai titik yang mengkhawatirkan. Pada 2025, Indonesia berkontribusi sekitar 64% dari total produksi nikel olahan dunia. Angka ini akan terus merangkak naik. “Intinya, Indonesia hari ini adalah produsen utama nikel di dunia. Namun, statistik menunjukkan adanya kondisi oversupply di pasar global,” katanya dalam media briefing AEER. Menurut data International Nickel Studies Group, surplus nikel dunia bakal meningkat dari 209.000 ton pada 2025 jadi 261.000 ton dalam 2026. Pasokan melimpah ini, berimbas langsung pada jatuhnya harga nikel di pasar internasional hingga menyentuh angka US$14.125 per ton akhir tahun lalu.  Meskipun berangsur ada kenaikan fluktuatif dalam 2026,  kini pada kisaran US$17.000 per ton. Paradoks terbesar muncul dari sektor hulu. Teknologi high pressure acid leaching (HPAL) yang dielu-elukan sebagai kunci pemrosesan bijih nikel limonite menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik (MHP), ternyata menyisakan jejak karbon yang sangat dalam. Arianto memaparkan,  betapa polutifnya proses ini. Untuk memproduksi satu ton nikel pig iron (NPI) dengan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF), emisi mencapai 40-120 ton CO2. Dengan teknologi HPAL, meski lebih hemat energi, tetap menghasilkan 18-33 ton CO2 untuk setiap ton mixed hydroxide precipitate (MHP) atau produk antara nikel-kobalt hasil pengolahan bijih laterit.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.