Sun,23 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Iran kecam serangan AS, tuduh Washington langgar kesepakatan damai

Iran kecam serangan AS, tuduh Washington langgar kesepakatan damai

iran-kecam-serangan-as,-tuduh-washington-langgar-kesepakatan-damai
Iran kecam serangan AS, tuduh Washington langgar kesepakatan damai
service

Istanbul (ANTARA) – Iran pada Sabtu mengecam serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatannya dan menuduh Washington melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta pakta yang baru ditandatangani untuk mengakhiri perang.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan tersebut menargetkan fasilitas pengawasan di wilayah pesisir. Teheran juga menegaskan kembali haknya untuk membela diri, seraya menyatakan bahwa angkatan bersenjatanya telah melancarkan serangan balasan terhadap sasaran yang terkait dengan Amerika Serikat.

Kementerian tersebut juga mendesak negara-negara di kawasan Teluk untuk mencegah pihak-pihak agresor menggunakan wilayah dan fasilitas mereka untuk melakukan tindakan agresi terhadap Iran.

Selain itu, Iran menyerukan kepada PBB dan lembaga-lembaga internasional agar tidak bersikap acuh tak acuh terhadap pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Amerika Serikat pada Jumat malam menyatakan bahwa pasukannya telah menyerang lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar milik Iran setelah menuduh Teheran berada di balik serangan terhadap sebuah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa angkatan lautnya telah menyerang sejumlah posisi militer Amerika Serikat di kawasan dan memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila eskalasi terus berlanjut.

Sebelumnya pada bulan ini, Teheran dan Washington mencapai nota kesepahaman 14 poin yang dimediasi Pakistan, dan mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kesepakatan itu mencakup penghentian permusuhan di berbagai front, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran.

Kedua negara juga sepakat melanjutkan perundingan selama 60 hari guna mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif dan berjangka panjang.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Rubio: Trump punya semua opsi jika Iran gagal capai kesepakatan

Baca juga: Iran tuding Trump tak berkomitmen pada negosiasi, gencatan senjata

Baca juga: Trump ancam setop perundingan jika Iran pungut biaya di Selat Hormuz

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.