Jakarta, Arina.id—Israel dan Hizbullah dilaporkan telah menyepakati pembaruan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan Qatar.
Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada Kamis (18/6/2026) pukul 16.00 waktu setempat, setelah serangkaian pembicaraan yang melibatkan Israel dan Iran.
Laporan kantor berita Reuters yang mengutip seorang pejabat tinggi Amerika Serikat menyebutkan bahwa kesepakatan itu juga telah dikonfirmasi oleh seorang diplomat negara Teluk.
Meski demikian, serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan masih terus berlangsung. Sedikitnya 47 orang dilaporkan tewas sejak tengah malam akibat serangan tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyerukan gencatan senjata total di semua front termasuk oleh Israel. Ia juga mengkritik respons militer Israel yang dinilai tidak perlu memperburuk situasi yang sedang berlangsung.
Di pihak lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengecam serangan terbaru Israel di Lebanon. Menurutnya, aksi militer yang terus berlanjut itu dapat menimbulkan konsekuensi serius dan langsung bagi kawasan.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengumumkan bahwa pertemuan yang direncanakan dengan pejabat Amerika Serikat di Swiss untuk membahas langkah-langkah mengakhiri konflik ditunda.
Namun, kedua pihak disebut masih membuka peluang untuk kembali bertemu dalam beberapa hari mendatang.
Trump menilai Iran menerima kesepakatan tersebut karena berada dalam posisi terdesak. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan memperoleh bantuan dana dari Amerika Serikat sebagai bagian dari proses tersebut.
Sebelum tercapainya gencatan senjata, eskalasi pertempuran di Lebanon sempat menghambat pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran di Swiss.
Pertemuan itu sedianya menjadi awal dari periode negosiasi selama dua bulan untuk membahas sejumlah isu yang belum tercakup dalam kesepakatan awal, termasuk program nuklir Iran.
Sementara itu, militer Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 80 target Hizbullah di Lebanon dan menewaskan sejumlah anggota kelompok yang didukung Iran tersebut.




Comments are closed.