Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Jarang Terjadi, Netizen Asia Tenggara Akur Bersatu Hadapi Serangan Rasis Netizen Korea

Jarang Terjadi, Netizen Asia Tenggara Akur Bersatu Hadapi Serangan Rasis Netizen Korea

jarang-terjadi,-netizen-asia-tenggara-akur-bersatu-hadapi-serangan-rasis-netizen-korea
Jarang Terjadi, Netizen Asia Tenggara Akur Bersatu Hadapi Serangan Rasis Netizen Korea
service

13 Februari 2026 11.17 WIB • 2 menit

Jarang Terjadi, Netizen Asia Tenggara Akur Bersatu Hadapi Serangan Rasis Netizen Korea


Gelombang solidaritas warganet Asia Tenggara kembali membuktikan kekuatannya di jagat maya. Melalui fenomena yang dijuluki SEAblings, netizen dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, hingga Vietnam bersatu padu menghadapi rentetan komentar rasis dan xenofobik yang dilontarkan oleh sebagian oknum warganet Korea Selatan atau K-netz di platform X.

Perseteruan ini bukan sekadar debat kusir biasa. Ketegangan bermula dari pelanggaran aturan pada konser grup K-pop DAY6 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada akhir Januari 2026. Seorang fansite master asal Korea Selatan kedapatan membawa kamera profesional berlensa panjang ke dalam area konser. Tindakan ini dilarang keras demi kenyamanan penonton dan hak cipta. Bukannya menerima teguran dengan lapang dada, sejumlah oknum penggemar lain justru membela pelanggaran tersebut dan mulai melontarkan serangan personal yang menyasar identitas masyarakat Asia Tenggara secara kolektif.

Dari Pelanggaran Konser Menuju Penghinaan Rasial

Konflik yang awalnya bersifat administratif berubah menjadi serangan rasisme sistematis. Oknum netizen Korea Selatan mulai mengejek fitur fisik, bahasa, hingga kondisi ekonomi negara-negara ASEAN. Salah satu pemicu kemarahan terbesar adalah unggahan yang merendahkan penyanyi no na, girlband internasional asal Indonesia.

Dalam unggahan tersebut, seorang K-netz menampilkan tangkapan layar video klip no na yang berlatar sawah dengan keterangan yang menghina latar belakang agraris Asia Tenggara. Mereka menyebut bahwa penyanyi tersebut tidak memiliki biaya untuk menyewa set syuting sehingga harus menggunakan sawah. Penghinaan ini dianggap sebagai bentuk superioritas ekonomi yang tidak pada tempatnya dan memicu kemarahan warganet Indonesia dan dari berbagai negara tetangga.

Saat SEAblings Merapatkan Barisan

Istilah SEAblings yang merupakan gabungan dari Southeast Asia dan siblings (saudara) menjadi simbol persatuan digital yang nyata. Alih-alih hanya berdiam diri, warganet ASEAN justru merapatkan barisan dengan serangan balik yang kreatif sekaligus menohok.

Netizen Indonesia membalas klaim bahwa Asia Tenggara tidak punya idola sendiri dengan membanjiri lini masa menggunakan klip musik dari Shanty, Duo Ratu, Lyodra, Nassar, hingga Wali. Strategi unik juga muncul saat netizen Indonesia mulai menggunakan bahasa dan aksara daerah seperti Jawa, Batak, hingga Sanskerta untuk membungkam ejekan lawan. Langkah ini efektif membuat K-netz kehilangan konteks dalam perdebatan karena kendala bahasa.

Dukungan mengalir deras dari tetangga serumpun. Warganet Filipina dan Thailand terpantau aktif pasang badan membela no na. Mereka membalas hinaan tentang sawah dengan memamerkan keindahan alam serta kekayaan budaya agraris masing-masing negara. Tidak jarang, meme-meme jenaka khas warganet ASEAN muncul sebagai senjata untuk menertawakan arogansi yang muncul di lini masa.

Solidaritas ini semakin meluas bahkan sempat melibatkan warganet dari negara lain seperti China. Menariknya, ada bumbu komedi saat netizen India ikut terseret dalam pusaran konflik hanya karena K-netz kesulitan membedakan istilah Korea untuk India (Indo) dan Indonesia (Inni). Pada akhirnya, fenomena SEAblings ini menjadi bukti bahwa kekompakan warganet Asia Tenggara bukan hal yang bisa diremehkan ketika harga diri kawasan mulai diusik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.