Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. JMPPK Rembang Adukan Dampak Tambang Kendeng yang Kian Parah ke Polres

JMPPK Rembang Adukan Dampak Tambang Kendeng yang Kian Parah ke Polres

jmppk-rembang-adukan-dampak-tambang-kendeng-yang-kian-parah-ke-polres
JMPPK Rembang Adukan Dampak Tambang Kendeng yang Kian Parah ke Polres
service

Rembang, NU Online Jateng 

Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Kabupaten Rembang mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Rembang, Rabu (9/9/2026). 

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait kerusakan lingkungan yang dinilai kian parah akibat aktivitas pertambangan, baik legal maupun ilegal, di wilayah Rembang.

Koordinator JMPPK Rembang Joko Priyanto mengatakan, dampak aktivitas pertambangan di kawasan Pegunungan Kendeng kini semakin dirasakan masyarakat. Selain polusi debu yang pekat saat musim kemarau, warga juga menghadapi penurunan debit air secara drastis.

“Debit air saat ini berkurang lebih dari 50 persen. Kami berani menyatakan hal tersebut karena kami memiliki perhitungan dan metode tersendiri untuk mengukurnya,” ujar Joko saat beraudiensi di Mapolres Rembang.

Keluhan terkait krisis air juga disampaikan Sukinah, warga yang turut dalam rombongan. Menurutnya, ketersediaan air merupakan kebutuhan utama masyarakat pedesaan yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai petani.

Ia menyebut, kondisi sumber air mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya sumur bor dengan kedalaman 20 hingga 25 meter sudah menghasilkan air melimpah, kini warga harus mengebor hingga kedalaman 50 meter bahkan ratusan meter karena sumber air di kedalaman dangkal mengering.

Sukinah juga mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap dampak kesehatan, khususnya di Desa Tegaldowo. Ia menyebut gangguan pernapasan dan penyakit paru-paru banyak dikeluhkan warga setempat.

“Penyakit paru-paru di wilayah Tegaldowo tergolong masif. Sebagian besar warga yang dirawat di rumah sakit mengeluhkan masalah pernapasan atau paru-paru,” ungkapnya.

Menanggapi aduan tersebut, Kapolres Rembang AKBP Muhammad Solikhin Fery menyambut baik kedatangan sekitar 15 hingga 20 perwakilan warga Tegaldowo dan mahasiswa. Ia mengapresiasi masyarakat yang memilih menyampaikan keresahan melalui jalur dialog.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.