Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kala Hutan Mangrove Maumere Kian Terbabat untuk Tambak

Kala Hutan Mangrove Maumere Kian Terbabat untuk Tambak

kala-hutan-mangrove-maumere-kian-terbabat-untuk-tambak
Kala Hutan Mangrove Maumere Kian Terbabat untuk Tambak
service

Keresahan warga di pesisir Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) belakangan ini. Penyebabnya, hamparan hutan mangrove yang selama ini menjadi ‘pagar hidup’ hempasan ombak berlih fungsi menjadi tambak. Yance Lia, warga Uneng mengatakan,  mangrove di belakang permukiman itu sangat penting untuk menjaga kehidupan mereka. Terbukti, permukiman warga tetap aman saat tsunami melanda pesisir setempat pada 1992. “Sekarang, kalau ada badai dan angin puting beliung saja kami terpaksa harus mengungsi ke tempat lain,” kata Yance. Warga RT3/RW4 itu menyebut, aktivitas penebangan mangrove itu terus berlangsung hingga kini, meski acapkali berlangsung sembunyi-sembunyi. Dia mengenang, sebelum pandemi COVID-19 halaman belakang rumahnya berbatasan dengan hutan mangrove. Tetapi kini, mengarove-mangrove itu telah hilang dan berganti tambak. “Kami warga disini menjaga hutan mangrove karena dulu tahun 2017 ada angin puttng beliung yang memporak porandakan rumah kami. Kalau tidak ada hutan mangrove mungkin rumah kami sudah rata dengan tanah,” katanya. Air laut yang mulali masuk permukiman warga. Foto: Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia. Tak berizin Petrus Blasing, Ketua RT Uneng menyebut, pembukaan tambak di pesisir ini sudah berlangsung sejak 80-an. Sejumlah pihak pun sempat menjadi pemiliknya. Dari pengusaha, politisi hingga pajabat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere. Belakangan, tambak-tambak itu  berpindah tangan dan terus alami perluasan hingga mendekati area pantai.  Pohon-pohon  yang sebelumnya memenuhi pesisir pun kian terkikis. “Itu rata-rata belum punya izin usaha semua. Mereka mengatakan memiliki sertifikat tanah di dalam hutan mangrove. Padahal dulu pemerintah sudah memasang patok batas tanah negara di belakang rumah warga,” katanya. Petrus berharap, …This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.