Thu,6 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ke Mana Perempuan Harus Mencari Perlindungan Saat Terjadi Konflik?

Ke Mana Perempuan Harus Mencari Perlindungan Saat Terjadi Konflik?

ke-mana-perempuan-harus-mencari-perlindungan-saat-terjadi-konflik?
Ke Mana Perempuan Harus Mencari Perlindungan Saat Terjadi Konflik?
service

Mubadalah.id – Salah satu hal yang menimbulkan banyak sekali kekerasan. Terutama terhadap perempuan dan anak-anak, adalah kondisi daerah yang sedang mengalami konflik, baik konflik politik, sosial, maupun agama.

Gerakan Aceh Merdeka, Papua Merdeka, Timor Timur, Poso, dan lainnya merupakan contoh konflik yang pernah terjadi dan menimbulkan dampak serius di Indonesia.

Dalam situasi konflik, perempuan sering kali dijadikan objek seksualitas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang mengalami pemerkosaan, penyiksaan, penganiayaan, pembunuhan, intimidasi, hingga menjadi harta rampasan. Perempuan bahkan kerap menjadi alat strategi untuk melemahkan atau mengalahkan lawan.

Kekerasan tersebut meninggalkan trauma yang berkepanjangan pada korban, bahkan dapat menyebabkan gangguan mental.

Belum lagi berbagai problem sosial yang muncul sebagai dampaknya, seperti kehamilan yang tidak diinginkan, anak yang dilahirkan tanpa kejelasan orang tua, terpisahnya anak atau istri dari ayah dan suami, runtuhnya bangunan keluarga, keluarga yang terlantar, kemiskinan, dan lain sebagainya.

Ketika berada di daerah rawan konflik seperti ini, pasangan suami istri harus memiliki kewaspadaan yang tinggi, karena setiap saat jiwa mereka tidak luput dari ancaman kekerasan.

Selain kewaspadaan, penting pula untuk membangun jejaring dengan lembaga, kelompok, paguyuban, atau komunitas sejenis untuk memperkuat posisi dan perlindungan diri.

Hal ini sangat membantu dalam menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri saat menghadapi berbagai ancaman.

Jika salah satu anggota keluarga telah menjadi korban kekerasan akibat konflik, maka perlu segera mencari bantuan hukum dan tenaga pendamping yang dapat membantu proses advokasi serta pemulihan korban.

Langkah ini bisa ia lakukan dengan menghubungi lembaga kepolisian setempat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Juga termasuk lembaga konsultasi hukum atau keluarga, serta berbagai pihak lain yang relevan. []

*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 134

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.