Mubadalah.id – Kebanyakan perempuan menganggap haid sebagai bagian yang normal dari kehidupan mereka. Namun, mereka sering tidak tahu mengapa haid datang atau mengapa terjadi perubahan dalam siklusnya.
Siklus Bulanan
Setiap perempuan memiliki siklus (lingkaran, jadwal) yang berlainan dari perempuan lain. Siklus bulanan ini berawal dari hari pertama datangnya haid. Kebanyakan perempuan mendapat haid setiap 28 hari sekali, tetapi ada juga yang selang 20 hari sudah mendapat haid lagi, dan ada yang jaraknya sampai 45 hari.
Selama siklus bulanan, jumlah hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan dalam indung telur berubah. Pada paruh pertama siklus ini, yang dihasilkan oleh indung telur sebagian besar adalah estrogen.
Estrogen ini menyebabkan tumbuhnya lapisan darah dan jaringan yang tebal di seputar dinding rahim. Tubuh perempuan membuat lapisan itu demi kemungkinan tumbuhnya janin. Kalau terjadi pembuahan, janin akan mendapat “kasur” yang empuk di sepanjang rahim, yang akan melindunginya selama sembilan bulan lebih.
Di pertengahan siklus, ketika lapisan empuk itu sudah siap, indung telur melepas sebuah sel telur—peristiwa ini dinamakan ovulasi. Lewat saluran telur, masuklah sel itu ke dalam rahim.
Pada saat itu perempuan berada dalam masa subur dan, bila berhubungan seks dengan laki-laki, ada kemungkinan ia akan hamil. Kehamilan terjadi bila berlangsung pembuahan, yakni sel sperma laki-laki berpadu dengan sel telur perempuan.
Pada paruh kedua masa haidnya, yakni antara pertengahan sampai datang haid berikutnya, tubuh perempuan juga menghasilkan hormon progesteron. Progesteron menyiapkan rahim untuk kehamilan.
Tentu tidak setiap bulan lapisan empuk dalam rahim itu berguna. Hal ini karena sel telur tidak bertemu dengan sel sperma. Maka, indung telur berhenti memproduksi estrogen dan progesteron, sementara lapisan di dinding rahim mulai luruh.
Kala lapisan itu keluar dari tubuh (yakni darah haid), sel telur yang tidak terbuahi ikut keluar juga. Inilah awal siklus haid yang baru. Sesudah haid selesai, indung telur mulai membuat estrogen lagi, dinding rahim mulai terlapisi lagi, dan seterusnya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 63.





Comments are closed.