Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

kegagalan-adaptasi-dan-pentingnya-kafa’ah-dalam-perkawinan
Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan
service

Mubadalah.id – Kegagalan dalam perkawinan kerap dikaitkan dengan kegagalan adaptasi antara suami dan istri. Perubahan yang terjadi pada salah satu pihak, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun psikologis, tidak selalu diikuti dengan kesiapan pasangan untuk menyesuaikan diri. Ketidaksiapan tersebut dapat memicu ketegangan dalam relasi rumah tangga.

Salah satu contoh yang sering terjadi adalah ketika istri memiliki posisi sosial atau karier yang lebih tinggi. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat menimbulkan kesulitan adaptasi bagi suami. Terutama jika peran kepala keluarga keduanya pahami secara kaku.

Pemahaman tersebut berpotensi mengabaikan realitas bahwa istri juga memiliki tanggung jawab dan komitmen di luar rumah tangga.

Sebaliknya, perkembangan suami dalam hal pendidikan, pergaulan, atau status sosial juga dapat membuat istri tertinggal dan mengalami kesulitan adaptasi.

Bahkan, ketimpangan perkembangan antara suami dan istri, apabila tidak mereka kelola dengan baik, dapat menimbulkan ketidak harmonisan dalam rumah tangga, tekanan psikologis, dan konflik berkepanjangan. Dalam sejumlah kasus, kondisi ini berujung pada perceraian.

Untuk meminimalkan risiko kegagalan adaptasi, konsep kafa’ah atau kesetaraan dalam perkawinan dipandang penting.

Kafa’ah mencakup kesepadanan dalam pemahaman agama, pandangan tentang hakikat perkawinan, tingkat pendidikan, serta latar belakang sosial dan ekonomi.

Upaya menjaga kesepadanan ini tidak hanya relevan sebelum perkawinan, tetapi juga selama kehidupan rumah tangga berlangsung.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad menyebutkan bahwa perempuan dapat laki-laki pilih karena empat hal, yaitu harta, kedudukan, kecantikan, dan agama.

Dalam konteks kafa’ah, hadis tersebut dapat kita pahami sebagai penekanan pentingnya mempertimbangkan kesepadanan dalam berbagai aspek, terutama agama. Kesepadanan yang terjaga dapat memudahkan proses adaptasi dan berkontribusi pada keberlangsungan perkawinan. []

Sumber tulisan: Adaptasi dalam Perkawinan

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.