Mubadalah.id – Keguguran adalah terhentinya kehamilan sebelum janin sepenuhnya berkembang. Seringkali bila janin yang sedang berkembang dalam kandungan itu memiliki problema yang parah sehingga takkan bisa berkembang secara baik, tubuh Anda “menggugurkan” kandungan Anda dengan sendirinya.
Jadi jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri, dan orang lain pun jangan menyalahkan sang ibu bila mengalami keguguran.
Kebanyakan keguguran terjadi pada masa 3 bulan pertama kehamilan. Sesudah mengalami keguguran, Anda masih bisa hamil lagi dan melahirkan bayi yang sehat.
Tanda-tanda utama keguguran adalah rasa sakit dan pendarahan. Keduanya, biasanya, mula-mula menyerupai proses haid biasa, lalu makin lama makin banyak dan makin sakit. Mungkin juga bersama darah yang keluar nampak gumpalan-gumpalan jaringan.
Jika pendarahan dan rasa sakit jauh lebih parah ketimbang haid biasa, Anda demam atau melihat keluarnya cairan berbau busuk dari vagina, maka bisa jadi bagian dari kehamilan semula masih tertinggal dalam rahim.
Ini disebut keguguran yang tidak lengkap, bisa menyebabkan kehilangan darah yang banyak, infeksi berbahaya, atau bahkan kematian. Segera ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan layanan pengosongan rahim.
Bila Anda merasa sakit terus-menerus di bagian bawah perut, mungkin Anda hamil di luar rahim, janin tumbuh dalam saluran fallopian.
Setelah mengalami keguguran, banyaklah istirahat dan jangan mengangkat atau membawa beban berat selama 2 minggu. Jangan pula membasuh bagian dalam vagina. Jangan berhubungan seks sebelum pendarahan sama sekali berhenti, karena sesudah keguguran, rahim Anda masih terbuka dan bisa kena infeksi.
Banyak perempuan yang merasa kehilangan dan sedih sesudah keguguran, tapi sebagian lagi biasa-biasa saja. Tanggapan apa pun normal. Mungkin, bila Anda merasa tidak sanggup menghadapi kehilangan ini, Anda bisa berbicara dengan sesama perempuan yang pernah keguguran. Ini akan membantu meringankan perasaan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 127.





Comments are closed.