Tue,25 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Kemandirian NU Dimulai dengan Bangun Individu Warga

Kemandirian NU Dimulai dengan Bangun Individu Warga

kemandirian-nu-dimulai-dengan-bangun-individu-warga
Kemandirian NU Dimulai dengan Bangun Individu Warga
service

Sragen, NU Online Jateng 

Setelah menggelar Muktamar Pertanian untuk Kemuliaan Petani di Semarang, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah kembali menggelar forum strategis melalui Muktamar Kemandirian NU. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PCNU Sragen, Ahad (23/8/2026).

Muktamar Kemandirian NU digelar untuk menghimpun gagasan, masukan, dan aspirasi dari para peserta yang selanjutnya dirumuskan menjadi rekomendasi untuk dibawa ke Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menegaskan bahwa agama dan kekuasaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya, menurutnya, harus berjalan untuk mewujudkan kemaslahatan umat.

Ia menjelaskan, pembahasan mengenai kepemimpinan yang adil tidak semata-mata berada dalam wilayah ilmu fiqih, tetapi juga berkaitan dengan ilmu kalam. Orientasi akhirnya adalah terwujudnya kemaslahatan umat, baik di dunia maupun akhirat.

Karena itu, amar ma’ruf nahi munkar menjadi bagian penting dalam menjalankan peran NU di tengah masyarakat. Sebagai perkumpulan para ulama, NU memiliki tanggung jawab untuk mengupayakan berbagai hal yang belum mampu diwujudkan oleh kekuasaan.

“NU tidak boleh bersaing dengan negara,” tegasnya.

Menurut Kiai Ubaidullah, ketika pemerintah belum sepenuhnya mampu mewujudkan kemakmuran masyarakat, NU perlu ikut mengupayakannya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

Ia menekankan, upaya tersebut harus diawali dengan membangun kemandirian individu-individu warga. Kemandirian individu merupakan kebutuhan primer, sedangkan kemandirian jam’iyyah menjadi kebutuhan sekunder yang menopangnya.

Dalam konteks tersebut, iuran warga NU dipandang sebagai bentuk gotong royong untuk bersama-sama menjalankan kebaikan sebagai amal saleh.

“Kemandirian NU ini sebagai media (wasilah), bukan sebagai tujuan,” jelasnya.

Menurutnya, kemandirian harus ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung tertibnya pelaksanaan ibadah dan tercapainya tujuan besar NU sebagaimana yang telah dirumuskan dalam dasar-dasar organisasi.

Selengkapnya klik di sini. 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.