Tue,25 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Sejarawan UGM: KH Hasyim Asy’ari itu Penggerak Solidaritas

Sejarawan UGM: KH Hasyim Asy’ari itu Penggerak Solidaritas

sejarawan-ugm:-kh-hasyim-asy’ari-itu-penggerak-solidaritas
Sejarawan UGM: KH Hasyim Asy’ari itu Penggerak Solidaritas
service

Yogyakarta, NU Online

Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Arief Akhdiyat mengungkapkan bahwa Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari berperan sebagai penggerak solidaritas di era Revolusi Kemerdekaan.

“Sebagai solidarity maker (penggerak solidaritas), Mbah Hasyim bersama para kiai NU lainnya mampu mencetuskan Resolusi Jihad yang mendorong ratusan ribu santri dan rakyat bergerak menuju Surabaya sehingga terjadi pertempuran 10 November,” kata Arief pada acara Ziarah (Buku) Sejarah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII UI) di Pesantren Aswaja Nusantara, Sleman, Yogyakarta, Senin (24/8/2026).

“Mbah Hasyim itu tokoh multidimensional yang memahami banyak hal, bahkan beliau memahami konsep proletar-borjuis dan materialisme historis,” lanjut Arief. 

Berkaca dari keteguhan Mbah Hasyim mendirikan Pesantren Tebuireng untuk melawan kapitalisme pabrik gula, Arief bahkan menyatakan bahwa KH Hasyim Asy’ari seorang yang berani melawan kapitalisme.

Sebagaimana diketahui, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menggerakkan masyarakat untuk berjuang bersama melawan penjajah yang hendak kembali merebut kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad yang diserukan pada 22 Oktober 1945. Kiai Hasyim juga 

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara Gus Mustafid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif IKA PMII UI menggelar acara ini jelang muktamar.

“Semoga diskusi malam ini bisa memperkaya wawasan muktamirin bahwa di masa lalu Mbah Hasyim dan para kiai NU adalah para ulama yang intens bergelut dengan kehidupan umat sehari-hari bukan hanya bermain politik praktis”, tandas Gus Mustafid. 

Di akhir acara yang dihadiri 50-an warga NU Yogya, Ketua IKA PMII UI Alfanny menyampaikan terima kasih atas dukungan banyak pihak khususnya para alumni PMII UI atas Ziarah (Buku) Sejarah “Masyayih dan NU dalam Perang Sabil” karya Erwien Kusuma tersebut.

“Bedah buku ini sudah terlaksana di Jakarta, Bandung dan Yogya. Insya Allah terakhir Kamis 27 Agustus 2026 di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) Tebuireng,” ungkap Alfanny yang pernah menjadi Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.