Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kenapa Bali Lebih Populer Dibandingkan Indonesia di Mata Turis Asing?

Kenapa Bali Lebih Populer Dibandingkan Indonesia di Mata Turis Asing?

kenapa-bali-lebih-populer-dibandingkan-indonesia-di-mata-turis-asing?
Kenapa Bali Lebih Populer Dibandingkan Indonesia di Mata Turis Asing?
service

26 Juni 2026 23.58 WIB • 2 menit

Kawan GNFI mungkin pernah mendengar soal Bali yang lebih “terkenal” dibandingkan Indonesia di mata wisatawan mancanegara. Banyak turis asing yang mengira bahwa Bali adalah sebuah negara. Padahal, realitanya Bali adalah sebuah provinsi yang ada di dalam negara Indonesia.

Saat mereka diberi tahu jika Bali adalah bagian dari Indonesia, mereka terkejut. Kira-kira, apa yang membuat Bali lebih populer dibanding Indonesia?

Belanda yang “Memperkenalkan” Bali

Merangkum dari ANTARA, popularitas Bali yang mendunia sebenarnya memiliki akar yang sangat dalam sejak era kolonial Belanda. Sejak tahun 1920-an, pemerintah kolonial mempromosikan Bali sebagai daerah tujuan wisata.

Pemerintah kolonial Belanda mempromosikan Bali ke negara-negara di Eropa dan negara lainnya. Pulau Dewata tidak hanya menawarkan wisata alam yang aduhai, tapi juga budayanya yang sangat unik.

Sejak saat itu, banyak orang asing yang mulai berbondong-bondong datang ke Bali. Banyak di antara mereka yang berprofesi sebagai budayawan, pelukis, sampai peneliti.

Lebih lanjut, Belanda juga membangun hotel pertama di Bali pada tahun 1930. Tak hanya itu, jalur udara juga mulai dibuka di tahun 1935 untuk memudahkan akses wisatawan.

Seniman-seniman yang datang ke Bali juga membuat karya yang membawa nama pulau tersebut. Ditambah lagi, saat itu Indonesia belum merdeka, sehingga nama Indonesia juga belum terlalu terdengar di telinga turis internasional.

Bali memiliki jalan beraspal yang bagus. Bukan cuma itu, sawahnya juga luas dan hampir tidak terpengaruh dengan kerusakan pertanian di era kolonial saat itu.

Disadur dari San Francisco Film Festival, di tahun 1930-an saja, ada sekitar 30.000 wisatawan yang mengunjungi pulau itu. Dari sinilah, secara perlahan branding Bali sebagai surganya wisata mulai terbentuk di dunia internasional.

Film Jadul Berlatar Bali

Citra Bali sebagai destinasi mandiri semakin diperkuat oleh pengaruh media internasional dan industri film. Di tahun 1932 misalnya, ada film berjudul Goona Goona yang mengambil set syuting di Bali. Film ini menggambarkan kehidupan realistis di Bali.

Kemudian, pada tahun 1935, ada film Legong: Dance of the Virgins. Berlatarkan di Ubud, disebutkan jika pemeran film ini adalah warga Bali.

Tahun 1952, Amerika Serikat meluncurkan sebuah film komedi bertajuk Road to Bali. Film ini ikut serta dalam mempromosikan Bali di dunia. Uniknya lagi, konon Road to Bali menjadi satu-satunya film dalam seri Road to… yang difilmkan dalam technicolor.

Pariwisata Kelas Dunia

Pasca-kemerdekaan, pemerintah Indonesia memperkuat posisi Bali. Presiden Soekarno bahkan sengaja memilih Bali sebagai tempat dibangunnya Istana Tampaksiring.

Istana Tampaksiring juga menjadi Istana Negara pertama yang dibangun setelah kemerdekaan. Tempat ini difungsikan sebagai lokasi untuk menjamu tamu-tamu negara.

Tak berhenti di sana, Soekarno turut memprakarsai dibangunnya Hotel Bali Beach di Sanur pada tahun 1963 sebagai simbol modernitas pariwisata Indonesia kala itu.

Di era modern seperti sekarang, Bali terus berupaya berbenah. Akses menuju Bali juga semakin mudah dengan semakin banyaknya penerbangan langsung dari berbagai negara ke Bandara Ngurah Rai.

Bali memberikan kemudahan akses yang mudah bagi pelancong. Begitu mendarat, wisatawan disuguhi pilihan akomodasi, transportasi, dan layanan publik yang sudah terkoneksi dengan standar internasional.

Hal ini berbeda dengan tempat-tempat wisata lain di Indonesia yang memerlukan “perjuangan” lebih, seperti penerbangan ekstra atau perjalanan lanjutan dengan kapal, dan lain sebagainya.

Di era digital saat ini, Bali juga menjadi magnet bagi para digital nomad dan pekerja jarak jauh dari seluruh dunia. Pulau Dewata menawarkan akses bagi para pekerja yang ingin merasakan sensasi bekerja sambil berlibur.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.