Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ketaatan dalam Relasi Suami Istri Harus Berlandaskan Keadilan

Ketaatan dalam Relasi Suami Istri Harus Berlandaskan Keadilan

ketaatan-dalam-relasi-suami-istri-harus-berlandaskan-keadilan
Ketaatan dalam Relasi Suami Istri Harus Berlandaskan Keadilan
service

Mubadalah.id – Perspektif mubadalah dalam relasi suami istri menekankan bahwa ketaatan dalam rumah tangga perlu ditimbang melalui nilai-nilai dasar ajaran agama. Prinsip ini menempatkan kebaikan sebagai ukuran utama dalam menilai sebuah keputusan atau permintaan dalam kehidupan keluarga.

Langkah ketiga dalam pendekatan mubadalah adalah menautkan setiap bentuk ketaatan dengan nilai dasar agama. Dalam ajaran Islam, nilai tersebut mencakup keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan dalam kehidupan bersama.

Oleh karena itu, setiap keputusan dalam rumah tangga perlu ditinjau apakah sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut. Sebuah keputusan yang baik seharusnya mendekatkan keluarga pada relasi yang penuh tanggung jawab, kasih sayang, serta saling menghormati.

Sebaliknya, jika sebuah permintaan dalam keluarga justru mendorong munculnya sikap egois, kekerasan, atau pengabaian tanggung jawab, maka hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai dasar ajaran agama.

Pendekatan ini juga menegaskan bahwa teks keagamaan tidak dapat kita pahami secara terpisah dari realitas kehidupan. Dalil-dalil agama selalu berkaitan dengan dampaknya dalam kehidupan sosial dan relasi antarmanusia.

Karena itu, pemahaman mengenai ketaatan tidak cukup hanya merujuk pada teks secara literal, tetapi juga perlu melihat dampaknya terhadap kehidupan keluarga secara nyata.

Langkah keempat dalam perspektif mubadalah adalah menguji prinsip timbal balik dalam relasi suami istri. Prinsip ini mengajukan pertanyaan sederhana: apakah seseorang bersedia melakukan hal yang sama jika posisinya berada di pihak pasangan.

Pertanyaan tersebut membantu pasangan melihat apakah sebuah keputusan mengandung unsur keadilan atau justru menciptakan ketimpangan dalam relasi keluarga. Melalui cara ini, ketaatan tidak lagi kita pahami sebagai tuntutan sepihak, tetapi sebagai nilai bersama yang dapat kedua belah pihak bisa jalankan dengan baik.

*)Sumber Tulisan: Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.