Wed,12 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Anak Muda di Jember Suarakan Penyelamatan Gumuk

Ketika Anak Muda di Jember Suarakan Penyelamatan Gumuk

ketika-anak-muda-di-jember-suarakan-penyelamatan-gumuk
Ketika Anak Muda di Jember Suarakan Penyelamatan Gumuk
service

Prihatin dengan kondisi gumuk di Jember yang kian terancam, Sudut Kalisat, komunitas anak muda tergerak untuk melakukan kampanye penyelamatan. Bagi mereka, menyelamatkan gumuk bukan sekadar menjaga bukit-bukit kecil, tetapi merawat ingatan ekologis dan identitas sebuah daerah. Muhammad Iqbal, Direktur Program Sudut Kalisat, gumuk bukan hanya bentang alam, melainkan ruang hidup yang membentuk hubungan manusia dengan lingkungannya. “Gumuk dulu menjadi ruang bermain kami. Ruang bertemu dengan teman-teman, mencari buah-buahan, mencari kayu bakar. Sekarang yang lebih sering terlihat justru truk yang mengangkut batu dan pasir dari gumok,” katanya, Kamis (30/7/26). Kegelisahan itulah yang melatari Sudut Kalisat riset, berburu arsip, hingga pameran seni yang berkaitan dengan gumuk. Makin  dalam mereka menelusuri arsip, semakin jelas bahwa sejarah daerah tidak pernah bisa terpisah dari lanskapnya. “Mustahil memahami sejarah tanpa memahami ruang tempat sejarah itu berlangsung. Alam bukan sekadar latar, tetapi bagian dari sejarah itu sendiri,” ujarnya. Melalui berbagai pameran, Sudut Kalisat berupaya menghadirkan ruang dialog antara manusia dengan bentang alam yang selama ini kerap hanya sebagai objek eksploitasi. Secara geologi, gumuk merupakan bukit-bukit kecil yang terbentuk melalui proses alam selama jutaan tahun. Bentuknya yang khas menjadikan Jember sering dijuluki sebagai Kota Seribu Gumuk. Bagi masyarakat, gumuk tidak sekadar menjadi penanda geografis. Bukit-bukit kecil itu berfungsi sebagai daerah resapan air, penahan angin, habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa, sekaligus penanda arah bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Iqbal mengatakan, masyarakat sebenarnya memahami manfaat tersebut. Banyak mata air muncul di sekitar gumuk. Lahan pertanian di sekitarnya pun memperoleh manfaat dari keberadaan bukit-bukit kecil itu. Namun, dalam beberapa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.