Marlina harus menghentikan tabuhan rebananya dalam gelaran majelis taklim di Jalan Purnawirawan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (19/7/26) siang. Pasalnya, telepon genggamnya tidak kunjung berhenti berdering. Sontak, perempuan 37 tahun itu panik saat mendengar suara dari seberang sambungan: api mengepung rumahnya. Buru-buru dia pulang ke keidamannya di kawasan Transad RT24 Guntung Manggis, sekitar empat kilometer dari lokasi pengajian. Di sana, jalanan sudah penuh petugas yang sedang berjibaku memadamkan api. Dia pun hanya bisa menyaksikan kejadian itu dari jauh karena tidak boleh mendekat. “Gemetar badan ulun (saya) waktu itu. Ada beberapa titik api yang mengelilingi rumah. Rumah ulun sudah tidak kelihatan, tertutup asap,” katanya, Rabu (22/7/26). Kebakaran terjadi di lahan yang rimbun purun dengan lapisan gambut tipis. Rumah Marlina di tengah hamparan itu. Bangunan yang baru dia tempati sekitar dua tahun terpisah dari pemukiman warga lain. Sebenarnya dia sempat melihat titik api sebelum meninggalkan rumah. Jaraknya sekitar dua kilometer. Tidak dia sangka, kebakaran tiba-tiba muncul di sebelah tempat tinggalnya. Relawan pemadam kebakaran bilang padanya, sekitar empat titik api muncul hampir bersamaan di sekitar lokasi. Paling parah di dekat rumahnya. “Hari itu angin kencang, Mungkin ada bara yang terbang, sehingga tiba-tiba api muncul 10 meter di sebelah rumah.” Tidak ada anggota keluarga yang tinggal di rumah saat kejadian. Suaminya sedang kerja, dua anaknya, usia dua tahun dan satu tahun sedang bersamanya. Dua anak yang lain, usia 17 tahun dan delapan tahun, sedang di rumah mertua. Tak sanggup hanya jadi penonton, dia pun memilih menjauh dari lokasi, mendatangi pengajian lain tak jauh dari…This article was originally published on Mongabay
Ketika Perempuan Paling Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel
Ketika Perempuan Paling Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel




Comments are closed.