Wed,12 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Perempuan Paling Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel

Ketika Perempuan Paling Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel

ketika-perempuan-paling-terdampak-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kalsel
Ketika Perempuan Paling Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel
service

Marlina harus menghentikan tabuhan rebananya dalam gelaran majelis taklim di Jalan Purnawirawan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (19/7/26) siang. Pasalnya, telepon genggamnya tidak kunjung berhenti berdering. Sontak, perempuan 37 tahun itu panik saat mendengar suara dari seberang sambungan: api mengepung rumahnya. Buru-buru dia pulang ke keidamannya di kawasan Transad RT24 Guntung Manggis, sekitar empat kilometer dari lokasi pengajian. Di sana, jalanan sudah penuh petugas yang sedang berjibaku memadamkan api. Dia pun hanya bisa menyaksikan kejadian itu dari jauh karena tidak boleh mendekat. “Gemetar badan ulun (saya) waktu itu. Ada beberapa titik api yang mengelilingi rumah. Rumah ulun sudah tidak kelihatan, tertutup asap,” katanya, Rabu (22/7/26). Kebakaran terjadi di lahan yang rimbun purun dengan lapisan gambut tipis. Rumah Marlina di tengah hamparan itu. Bangunan yang baru dia tempati sekitar dua tahun terpisah dari pemukiman warga lain. Sebenarnya dia sempat melihat titik api sebelum meninggalkan rumah. Jaraknya sekitar dua kilometer. Tidak dia sangka, kebakaran tiba-tiba muncul di sebelah tempat tinggalnya. Relawan pemadam kebakaran bilang padanya, sekitar empat titik api muncul hampir bersamaan di sekitar lokasi. Paling parah di dekat rumahnya. “Hari itu angin kencang, Mungkin ada bara yang terbang, sehingga tiba-tiba api muncul 10 meter di sebelah rumah.” Tidak ada anggota keluarga yang tinggal di rumah saat kejadian. Suaminya sedang kerja, dua anaknya, usia dua tahun dan satu tahun sedang bersamanya. Dua anak yang lain, usia 17 tahun dan delapan tahun, sedang di rumah mertua. Tak sanggup hanya jadi penonton, dia pun memilih menjauh dari lokasi, mendatangi pengajian lain tak jauh dari…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.