Di antara aneka tanaman yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan harian, pare (Momordica charantia) punya posisi yang khas. Tanaman merambat dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae) ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, dan sudah menjadi bahan pangan sekaligus ramuan herbal di berbagai kawasan selama ratusan tahun, dari Asia Selatan dan Asia Timur, Afrika, hingga Karibia. Ciri paling menonjol dari pare tentu saja rasanya. Sebagai catatan, secara botani pare tergolong buah karena berkembang dari bunga dan mengandung biji di dalamnya, meski dalam praktik kuliner sehari-hari ia diperlakukan sebagai sayur, sama seperti tomat, mentimun, dan terong yang juga secara botani buah namun umum disebut sayur di dapur. Buah ini kerap disebut sebagai salah satu yang paling pahit di dunia, sebuah predikat yang lebih tepat dipahami sebagai reputasi yang luas beredar di berbagai sumber populer maupun ulasan botani, bukan hasil pengukuran ilmiah yang membandingkan tingkat kepahitan seluruh jenis buah dan sayur secara sistematis. Tidak ada studi yang menyusun peringkat baku semacam itu. Yang bisa dipastikan secara ilmiah adalah bahwa pare mengandung konsentrasi senyawa pahit dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan bahan pangan lain, sehingga rasa pahitnya konsisten dianggap sebagai salah satu yang paling ekstrem di antara tumbuhan yang lazim dikonsumsi manusia. Meski rasanya sering dihindari, keberadaan pare tetap bertahan lintas generasi dan lintas budaya, dari dapur rumah tangga hingga ramuan pengobatan tradisional. Perjalanan Pare, dari India hingga Dapur Nusantara Asal-usul pare masih menjadi bahan diskusi di kalangan peneliti botani. Sebagian ahli menduga pusat domestikasinya berada di Asia timur, kemungkinan di wilayah timur…This article was originally published on Mongabay
Mengenal Pare, Salah Satu Buah Paling Pahit di Dunia yang Punya Sejarah Panjang sebagai Obat Tradisional
Mengenal Pare, Salah Satu Buah Paling Pahit di Dunia yang Punya Sejarah Panjang sebagai Obat Tradisional





Comments are closed.